Peneliti Singapura Sebut Virus Korona Tak Mudah Menular Melalui AC

by
Ilustrasi pendingin udara dalam ruangan atau Air Conditioner (AC) (JASON QUAH/ST/jawapos)

Bebarapa pekan terakhir masyarakat merasa cemas dengan penularan virus Korona lewat udara di dalam ruangan. Salah satunya lewat transmisi udara dengan aerosol pada pendingin ruangan atau AC. Apalagi di gedung perkantoran atau di restoran dan ruangan lainnya yang tak berventilasi cukup baik.

Namun, peneliti Singapura mengumumkan temuan terbaru. Dia mengatakan bahwa virus Korona tak mudah menular lewat AC. “Tidak mungkin Covid-19 dapat menyebar melalui AC, bahkan jika virus yang menyebabkan penyakit itu mengudara,” kata para pakar penyakit menular di Singapura seperti dilansir dari The Straits Times, Kamis (23/7).

Wakil Direktur program penyakit menular Duke-NUS Profesor Ooi Eng Eong, mengatakan bahwa ada kekhawatiran seorang pasien Covid-19 terbatuk-batuk di gedung perkantoran dan kemudian menyebarkan virus Korona melalui sistem pendingin ruangannya. Namun penularan itu kemungkinan rendah untuk terjadi.

Berbicara di webinar Straits Times terkait Covid-19, dia mengatakan jika orang yang terinfeksi menghasilkan virus Korona menjadi aerosol yang kemudian disedot ke sistem pendingin udara gedung, tidak akan ada cukup partikel untuk menyebar melalui ventilasi udara. Seluruh proses akan mengencerkan virus sehingga siapa pun yang berhasil menghirupnya tidak akan memiliki cukup partikel untuk menyebabkan infeksi.

“Karena itu, kemungkinan penularan virus melalui rute aerosol agak kecil,” jelasnya.

Seorang ahli penyakit menular senior di National University Hospital, Profesor Dale Fisher, mengatakan bahwa penularan virus melalui udara tidak akan menjadi pendorong utama penyakit ini. Meskipun dia mengakui bahwa virus tersebut dapat menjadi bagian dari aerosol. Misalnya dalam prosedur intubasi dan perawatan gigi. Aerosol, adalah partikel yang ukurannya kurang dari lima mikron.

“Tetapi dibandingkan dengan penyakit menular melalui udara seperti cacar air dan campak yang memiliki angka reproduksi, atau R0s, lebih dari 10, tingkat penularan virus Covid-19, yang umumnya dianggap memiliki R0 2,5, tidak setinggi itu,” kata Prof Fisher yang juga mengepalai Jaringan Wabah dan Peringatan dan Respons Global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Mengutip sebuah penelitian yang menemukan bahwa virus Korona di udara mungkin menular, Prof Fisher mengatakan bahwa viral load yang ditemukan dalam tetesan sangat kecil. Dan mungkin di bawah dosis inokulasi dan tidak cukup untuk menyebabkan penyakit.

Oleh karena itu, mengurangi risiko penularan Covid-19 lewat udara sangat efektif jika patuh memakai masker. Lalu menjaga jarak fisik dan menjaga kebersihan tangan yang baik. (jawapos)