Penyiapan Infrastruktur Penunjang KIT Batang Harus Siap Dalam 6 Bulan

by
Bupati Batang Wihaji bersama Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Doddy Widodo bersama para investor mengunjungi KIT Batang di Desa Ketanggan, Gringsing. Istimewa

BATANG – Target Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadikan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang sebagai lokasi utama guna menarik investor dari luar negeri yang akan melakukan relokasi, ternyata tidak main-main.

Orang nomor satu di Indonesia tersebut mentargetkan agar penyiapan infrastruktur penunjang untuk tahap awal di KIT Batang dengan lahan seluas 430 hektar, harus siap dalam 6 bulan ke depan.

Hal ini disampaikan Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII), Kementrian Perindustrian, Doddy Widodo saat melakukan kunjungan ke KIT Batang, Jumat (24/7).

“KIT Batang menjadi perhatian kita dalam percepatan pembanbangunan dan pengelolaanya yang diharapkan jadi magnet untuk menarik investor asing. Karena itulah, bapak Presiden mentargetkan untuk persiapan tahap awal harus sudah beres dalam 6 bulan ini,” ungkap Doddy Widodo dihadapan sejumlah pengusaha dan juga Bupati Batang beserta jajaranya di aula kantor bupati.

Doddy menjelaskan, dari segi infrastruktur KIT Batang memiliki kelebihan yang menjadi jawaban keluhan para investor. Yaitu ketersediaan lahan yang selama ini menjadi persoalan utama dalam setiap pengembangan industri di Indonesia.

“Keluhan investor utama yakni harga lahan yang bergejolak tinggi setelah ditetapkan menjadai kawasan industri. Namun KIT Batang harga lahan tak jadi masalah, karena milik negara dalam hal ini PTPN. Selain itu, fasilitas penunjang yang tersedia juga lebih bersaing dengan Kawasan Industri China, Vietnam maupun Thailand,” jelas Doddy.

Menurutnya Kementrian Perindustrian sangat mendukung konsep KIT Batang yang nantinya terintegrasi dengan perumahan buruh, pendidikan, layanan kesehatan serta adanya rantai suplay antar pabrik.

Sementara Bupati Batang, Wihaji mengatakan, di Indonesia ada sekitar 118 kawasan industri dan KIT Batang menjadi yang ke 119. Namun untuk KIT Batang, menurutnya dapat dianalogikan bagaikan rangkaian bunga, lebah dan madu.

“Untuk KIT Batang saat ini tengah dipersiapkan dengan segala kelebihannya agar seperti bunga-bunga yang segar dan indah. Dengan begitu, nantinya lebah-lebah (invetor) akan berdatangan untuk hinggap, hingga akhirnya akan menghasilkan madu yang bisa dinikmati oleh pemerintah maupun masyarakat,” jelas Bupati Wihaji.

Karena itulah, Bupati berharap dukungan dari berbagai kementrian, termasuk adanya kemudahan regulasinya untuk percepat kehadiran investor. Karena ketika ada investasi, maka akan ada rekrutmen tenaga kerja, sehingga ada perputaran uang. Hal itu tentu saja aka berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

“Berdirinya KIT Batang semuanya harus bahagia, dari mulai masyarakatnya, Pemda, Pemerintah pusat dan pengusahanya dan kawasan indutri yang lainya,” tandas Wihaji. (don)