Sistem Fingerprint Permudah Turasih untuk Lakukan Hemodialisa

by

Pekalongan – Menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) diyakini banyak masyarakat yang sangat terbantu. Bukan tanpa alasan, program yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan itu terbukti memberikan banyak manfaat bagi mereka yang sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS. Begitu juga yang dirasakan oleh Turasih (60).

Saat bersua oleh tim Jamkesnews, istri dari pensiunan PNS ini mengaku hingga saat ini dirinya rutin memanfaatkan kartu JKN-KIS miliknya untuk melakukan cuci darah di RSUD Kraton, Kabupaten Pekalongan. Lima tahun yang lalu, awal pertama ia harus mendapatkan perawatan dan pengobatan cuci darah adalah ketika ia di diagnosa menderita hipertensi dan urat, dengan kondisi yang semakin kurang membaik ternyata penyakitnya menyebabkan komplikasi ke arah gagal ginjal, hingga harus mendapatkan perawatan cuci darah secara intensif.

“Awal mula saya harus rutin cuci darah ini sejak lima tahun terakhir. Dulu saya mengalami hipertensi. Namun, kala itu saya tidak terlalu memikirkan penyakit tersebut. Sampai sewaktu ketika kondisi saya makin memburuk, akhirnya saya langsung membawa ke rumah sakit untuk dilakukan pengecekan. Kabar buruk mendatangi saya setelah saya diinformasikan bahwa penyakit saya makin parah dan terjadi komplpikasi hingga saya mengalami gagal ginjal,” cerita Turasih (13/02).

Semenjak ditinggal mendiang suaminya, Turasih cukup merasakan kerepotan saat itu, karena harus bolak-balik ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan cuci darah. Sebanyak dua kali dalam seminggu ia harus menjalani perawatan, beruntung anak putri semata wayangnya selalu menemaninya ketika menjalani perawatan.

“Jadwal cuci darah saya hari Rabu dan Sabtu, saya tinggal datang dan tidur, semua sudah diatur secara rapi oleh rumah sakit,” ujar Turasih.

Namun, dengan adanya inovasi yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan terhadap pasien yang rutin melakukan cuci darah, Trasih mengaku sangat terbantu dan dimudahkan. Baginya, dengan diterapkannya sistem rekam sidik jari (fingerprint), akan lebih memudahkan dirinya untuk tidak perlu kembali ke puskesmas untuk meminta surat rujukan kembali. Menurutnya, dengan adanya fingerprint, kini semua dapat dilakukan hanya dengan menempelkan jari di alat yang disediakan, maka langsung bisa mendapatkan pelayanan yang baik.

“Kini, jika ingin melakukan cuci darah, saya tidak perlu mebuat surat rujukan dari puskesmas, karena disini saya sudah mengikuti alur pelayanan dengan menggunakan fingerprint. Saya rasa inovasi ini sangat canggih, karena dapat memangkas prosedur dan saya pun bisa langsung mendapatkan pelayanan yang baik,” tambahnya.

Dengan adanya Program JKN-KIS, Turasih merasa sangat terbantu sekali, biaya perawatan cuci darah ditanggung oleh program ini. Bukan hanya dari sisi biaya juga, Turasih menambahkan bahwa dari sisi administrasi pun sangat dipermudah, tidak perlu lagi repot mengurus rujukan ke Puskesmas, rujukan khusus pasien hemodialisa bisa diperpanjang dan prosesnya dilakukan di rumah sakit juga. Turasih juga memuji sistem sidik jari (fingerprint) yang memudahkan pasien maupun rumah sakit.

“Bukan cuma Program JKN-KIS yang berperan membantu saya menghadapi penyakit saya ini, rumah sakit juga patut diacungi jempol karena pelayanannya sangat memuaskan, dengan kondisi pasien seperti saya ini sangat membantu sekali proses penyembuhan,” ujar Turasih. (ma/ey)