KIT Batang Diharapkan Terintegrasi dengan Fasilitas Perumahan, Pendidikan dan Kesehatan untuk Pekerja

by
Ketua Komisi VI DPR RI (kiri) didampingi Bupati dan Wakil Bupati Batang saat memberi sambutan pada kegiatan reses di Batang.

BATANG – Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang untuk lokasi investasi akan memberikan daya tarik yang luar biasa bagi investor. Pasalnya, lokasinya secara geografis sangat strategis yang didukung oleh ketersediaan infrastruktur baik laut maupun darat, interkoneksinya sudah terhubung dengan jalan tol dan jalur kereta api.

“Selain itu, jaringan listriknya juga siap yang tidak hanya untuk kelas rumah tangga, namun juga sektor industri. Dan ada jalur kereta apinya. Jadi kita melihat disini (KIT Batang) akan memberikan daya tarik luar biasa untuk investasi,” ungkap Ketua Komisi VI DPR RI, Arya Bima saat memberi sambutan pada acara reses komisi yang digelar di aula kantor Bupati Batang, Kamis (23/7/2020).

Arya Bima menjelaskan, dengan nantinya juga tersedianya jaringan gas, maka KIT Batang akan makin kompetitif, bukan hanya dengan kawasan lain, namun juga negara lain. Namun nantinya diharapkan industri kawasan bisa terintegrited terpadu tidak hanya jual kawasan, dan hal itu bisa dilihat di negara lain, seperti di Thailand, Vietnam dan China lainnya.

“Kawasan industri harus juga terintegrasi dengan kawasan kesehatan, perumahan buruh dan juga pendidikan anak yang dikelola oleh perusahaan. Sehingga nantinya kesejahteraan buruh bisa benar-benar diperhatikan. Dengan begitu, mereka nantinya tidak akan menuntut terkait peningkatan upah, karena kebutuhan mendasar sudah terpenuhi,” jelas anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Bupati Batang, Wihaji dalam sambutan mengungkapkan, KIT Batang merupakan satu-satunya di Indonesia yang terkoneksi dengan jalan tol, jalur kereta api dan juga pelabuhan. Karena itulah, keberadaan KIT sangat menarik bagi investor.

“Lahan yang dipergunakan juga seluruhnya milik negara, yaitu PTPN. Sehingga tidak ada lagi persoalan pembebasan lahan yang selama ini menjadi persoalan klasik dalam pembangunan sebuah industri baru,” jelas Bupati Wihaji.

Bupati menambahkan, pihaknya berharap agar DPR RI, khususnya Komisi VI bisa mendukung rencana pengembangan KIT Batang. “Batang sebagai salah satu daerah di Jawa Tengah yang tentu berharap bisa memberi kontribusi bangsa dan negara, minimal untuk masyarakat Batang. Dan dengan adanya KIT ini kita harapkan everybody happy, semua harus happy, yang punya kawasan industri swasta, negara, KIW, PTPN, BUMN, pemerintah daerah dan rakyat harus semua happy,” tandas Wihaji. (don)