Dirapid Test, Pengunjung Wisata Menghindar

by

RAPID TEST – Pelaksanaan rapid test di tempat wisata Juwero Hill Desa Triharjo, dilakukan Kecamatan Gemuh bersama Polsek dan Koramil serta Puskesmas Gemuh 1 hanya dapatkan 15 pengunjung yang bersedia di rapid test.

*Masih Banyak Warga Tak Pakai Masker
*Objek Wisata Juwero Hill Desa Triharjo Kecamatan Gemuh

KENDAL – Pengunjung tempat wisata Juwero Hill di Desa Triharjo, Kecamatan Gemuh bubar saat akan dilakukan rapid test. Gelar rapid test itu dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Kecamatan Gemuh untuk memutus mata rantai penularan covid-19 di tempat wisata. Diduga karena takut sehingga petugas hanya mendapatkan belasan pengunjung yang bersedia untuk dirapid test. Pengunjung yang kabur merupakan peserta senam bersama yang dipandu oleh instruktur senam yang ada di tempat tersebut.



Pelaksanaan rapit test dadakan dilakukan di tempat wisata Juwero Hill itu dilakukan secara acak dengan pola pengambilan sampel kepada pengunjung yang memakai dan tidak memakai masker. Pasalnya sejak resmi dibukanya tempat wisata baru yang menyajikan keindahan alam hutan belantara berlatar Bendung Juwero dan Jembatan Gantung Juwero itu mampu menjadi daya tarik bagi warga untuk datang ke tempat tersebut.

Bahkan dilibur akhir pekan tempat wisata baru yang dikelola oleh Bumdes desa itu banyak didatangi oleh warga. Banyaknya kerumunan warga yang ada di tempat wisata itu dikawatirkan akan memunculkan klater baru penyebaran covid-19. Pihak kecamatan dan instutusi terkait tak tinggal diam, mereka terjun langsung ke lapangan untuk melakukan rapid test guna memutus mata rantai penyebaran virus korona di Kabupaten Kendal.

Namun, saat petugas datang berpakaian alat pelindung diri (APD) lengkap hendak melakukan rapid test justru banyak pengunjung yang ketakutan dan langsung pergi meninggalkan tempat wisata tersebut.

Padahal sebelumnya mereka usai asik melakukan senam bersama di tempat wisata yang menyuguhkan keindahan alam hutan dan bendungan tersebut. Sehingga petugas hanya mendapatkan belasan pengunjung yang bersedia dilakukan rapid test. Selain rapid test dan membagikan ratusan masker juga mensosialisasikan Perbup No 51 Tahun 2020, tentang Kewajiban Penggunaan Masker dan Social Distancing.