Awas, Pembagian Daging Kurban Bisa Timbulkan Kerumunan

by

Namun mengingat keterbatasan personil, pihaknya juga meminta bantan kelurahan untuk turut melakukan pendataan lokasi yang dinilai berpotensi menimbulkan kerumunan massa yakni yang melakukan pemotongan hewan kurban dengan jumlah banyak.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan tiga Rumah Pemotongan Hewan (RPH) bagi masyarakat yang tidak memiliki lokasi maupun sarpras yang tidak memenuhi syarat. “Untuk Iduladha tahun ini memang bukan hanya aspek kesehatan hewan dan lingkungan yang perlu diawasi tapi juga kesehatan manusia,” katanya.

Terkait aspek kesehatan hewan, pihaknya sudah menerjunkan 23 orang petugas dari Dinperpa ditambah lima orang dari kedokteran hewan UGM dan IPB. Sejak 16 Juli hingga 27 Juli mereka sudah diterjunkan untuk memantau kesehatan hewan ternak di lokasi penampungan dan penjualan hewan kurban.



Sementara itu terkait dengan pengawasan dan pengamanan potensi kerumunan massa, Kepala Satpol PP Sri Budi Santoso mengatakan bahwa selama ini pihaknya tidak terlibat dalam monitoring hewan kurban. “Kami memang masih mempelajari dan mencari petunjuk terkait monitoring dan pengawasan hewan kurban. Satpol melakukan pengawasan untuk hal apa dan tindakan yang dilakukan apa,” kata Sri Budi.

Terkait potensi kerumunan massa dalam pengambilan daging kurban, dia menyatakan bahwa Satpol PP masih membutuhkan informasi lebih lanjut lokasi mana yang menjadi prioritas pengawasan dan pengamanan. “Kalau memang dipandang perlu dan dibutuhkan, Satpol PP akan mendukung dan menyesuaikan dengan kondisi serta kesiapan SDM yang kami miliki. Dimungkinkan Satpol bisa turut mengawasi jika terkait dengan gugus tugas Covid-19 karena kami masuk di bidang pengamanan dan hukum,” tandasnya.

Dalam rapat kerja juga hadir sejumlah OPD maupun instansi terkait lainnya seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Dinas Kesehatan dan juga Kemenag Kota Pekalongan.(nul)