New Normal Bukannya Bebas

by

RAKOR – Bupati Asip Kholbihi memimpin rakor penanggulangan Covid-19 di obyek wisata Lolong, Sabtu (18/7/2020).

**Pekan Depan, Pemda Gelar Operasi Kedisiplinan Masyarakat

KARANGANYAR – Perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan kian mengkhawatirkan. Namun, masyarakat masih banyak yang abai dengan penyebaran penyakit ini.

Berdasarkan pantauan, aktivitas yang mengundang banyak massa digelar dengan leluasa. Di antaranya banyak tradisi legenonan dengan nanggap wayang dan lainnya. Padahal, sebagian besar masyarakat tak mengindahkan protokol kesehatan. Dari hal yang paling sederhana, yakni memakai masker pun masih enggan dilakukan.

“Desa-desa masih banyak yang menggelar legenonan dengan nanggap wayang yang tentunya mengundang kerumunan massa. Aktivitas pasar tiban pun berjalan dengan biasa tanpa menghiraukan lagi protokol kesehatan. Masyarakat sepertinya sudah tak percaya lagi ada Covid-19,” tutur Obi (45), warga Kajen, Sabtu (18/7/2020).

Untuk mendisiplinkan masyarakat agar lebih disiplin lagi dalam masa new normal, Pemkab Pekalongan menegakan aturan berupa mewajibkan masyarakat displin memakai masker ketika beraktifitas, melakukan cuci tangan setiap 20 menit, disiplin melaksanakan jaga jarak dan melaksakan pola hidup sehat.

“New normal bukan berarti bebas sebebas-bebasnya, tetapi masih menggunakan kaidah-kaidah empat kebiasaan baru,” ujar Bupati Asip Kholbihi, di sela rakor penanganan Covid-19 di obyek wisata Lolong di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan Sabtu (18/7/2020).