Longsor, 11 Desa Terisolir

by
Longsor Lebakbarang
LONGSOR - Warga dan petugas bekerja sama membuka akses jalan yang tertimbun longsor, kemarin. MUHAMMAD HADIYAN
Longsor Lebakbarang
LONGSOR – Warga dan petugas bekerja sama membuka akses jalan yang tertimbun longsor, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Jalan Penghubung Tertutup Tanah dan Pohon

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pekalongan, mengakibatkan tebing setinggi 20 meter di Jalan Raya Karanganyar-Lebakbarang longsor, Minggu (7/1) malam. Meski tak ada korban jiwa, namun longsor di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar itu, sempat membuat seluruh desa di Kecamatan Lebakbarang terisolir.

Longsor tidak hanya membuat tertutupnya akses ke 11 desa kecamatan tersebut, namun juga mengakibatkan listrik padam. Pasalnya, material longsor disertai batang-batang pohon besar yang tumbang sampai mengenai jaringan listrik PLN dan PLTMH. Hingga kini, proses pembersihan material longsor di lokasi masih berjalan. Alat berat pun dikerahkan untuk menyapu tanah, batu dan batang pohon yang menutupi badan jalan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sudjatmiko, kemarin (8/1), mengatakan, kejadian longsor terjadi tepatnya pukul 20.05 WIB. Material longsor disertai delapan batang pohon besar, roboh menimpa jaringan listrik PLN dan PLTMH. Akibatnya, jaringan listrik di satu kecamatan padam.



“Selain itu, longsor juga menutupi badan jalan. Sehingga, arus lalu lintas di Jalan Karanganyar – Lebakbarang lumpuh total. Tidak dapat dilalui mobil maupun motor,” terangnya.

Ia menjelaskan, di lokasi longsoran, material berupa batu, tanah dan batang-batang pohon menutupi jalan selebar 6 meter. Material longsor sepanjang 15 meter itu cukup tebal menyelimuti jalan penghubung antar kecamatan tersebut. “Kendaraan yang dari Kecamatan Lebakbarang tidak bisa keluar. Begitu pula yang dari Karanganyar juga tak bisa naik ke Lebakbarang,” terangnya.

Sedikitnya ada 11 desa di Kecamatan Lebakbarang yang terkena imbas akibat longsor. Meliputi Desa Bantar Kulon, Depok, Kapundutan, Kutorembet, Lebakbarang, Mendolo, Pamutuh, Sidomulyo, Tembelang, Gunung, Timbangsari, dan Wonosido.

Dengan kesigapan Tim BPBD bekerjasama dengan PMI, PLTMH, PLN, DPU Taru, TNI, Polri, Camat Karanganyar, dan Camat Lebakbarang, serta kepala desa setempat, material dan pohon tumbang akhirnya bisa disingkirkan sebagian.

“Proses evakuasi kita juga dibantu masyarakat. Alhamdulillah, sampai jam 02.30 dini hari tadi (kemarin, red), jalur Karanganyar Lebakbarang sementara dapat dilalui mobil dan motor. Namun tetap dengan penuh kewaspadaan. Karena ada material yang perlu dievakuasi lagi dengan menggunakan alat berat. Yakni batu besar yang masih menggantung di atas tebing,” ungkapnya.

Untuk pohon besar, lanjut dia, sudah disingkirkan ke tepian jalan. Akantetapi, masih ada beberapa pohon yang berada di atas tebing, termasuk batu berukuran besar yang tampak menggantung. Sehingga, longsor susulan rawan terjadi di lokasi tersebut.

“Makanya, kami mengimbau masyarakat yang melintasi jalur Desa Lolong, khususnya di bekas longsoran tadi, agar selalu waspada. Apabila ada getaran-getaran, diharap segera menghindar atau melakukan evakuasi mandiri,” imbaunya.

Dijelaskan, Bulan Januari ini, curah hujan masih tinggi dan diprediksi menjadi puncaknya musim penghujan. Bencana longsor dan angin kencang belakangan sering terjadi di Kota Santri. Sampai sekarang, status siaga darurat bencana masih berlangsung di Kabupaten Pekalongan.

“Sesuai SK Bupati, selama 121 hari status siaga darurat bencana. Terhitung sejak 1 Desember 2017, hingga Maret mendatang,” tandasnya. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito