Wali Kota Salurkan Bantuan JPE Tahap Dua

by

SALURKAN – Wali Kota HM Saelany Machfudz SE telah menyalurkan bantuan sosial Jaring Pengaman Ekonomi (JPE) tahap dua yang dikucurkan oleh Provinsi Jawa Tengah, kemarin.

KOTA – Untuk membantu pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang terdampak pandemi Covid-19, Wali Kota HM Saelany Machfudz SE menyalurkan bantuan sosial Jaring Pengaman Ekonomi (JPE) tahap dua yang dikucurkan oleh Provinsi Jawa Tengah, kemarin.

Sebelumnya, Wali Kota juga telah menyalurkan bansos JPE tahap pertama kepada pelaku UKM. Harapannya dengan bantuan berupa paket bahan baku produksi yang berupa telur, terigu, minyak, gula pasir, dan margarin sosial JPE ini, pelaku UKM bisa kembali bangkit dalam menjalankan usaha. Wali Kota mengatakan, bantuan jaring pengaman ekonomi ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah atas dampak pandemi Covid-19. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga dalam mengelola usaha di tengah pendemi Covid-19,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk tetap mengutamakan protokol kesehatan penanganan Covid-19. Selalu menggunakan masker, mencuci tangan setiap saat, jaga jarak aman, serta tidak memandang remeh potensi penularan virus. “Meski saat ini angka kasus Covid-19 di Kota Pekalongan terendah di Jawa Tengah. Namun kewaspadaan tetap dijaga. Jangan kendurkan protokol Covid-19. Mari bersama-sama tekan penyebaran,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala Dindagkop UKM Kota Pekalongan, Bambang Nurdiyatman SH saat melakukan penyerahan di Toko SRC Herma Jaya dan Toko SRC Eny mengungkapkan bahwa dari bantuan ini diharapkan UKM bisa semakin maju dan mandiri. “Ini bantuan untuk jaring pengaman ekonomi bagi UKM khusus makanan kecil/snack,” terang Dodi, sapaan akranya. Dodi berharap agar bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik, sehingga UKM semakin maju dan bisa lebih mandiri.

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi dan UMKM, RR Tjandrawati SE menambahkan bahwa ada dua paket bantuan sesuai kebutuhan UKM, namun kebanyakan memilih paket satu. “Sebenarnya ada dua paket bantuan, berhubung di sini masih musim membuat donat, jadi sebagian mereka memilih paket satu yang terdiri dari telur 50 kg, tepung terigu 75 kg, margarin 42 kg, minyak goreng 40 liter, dan gula pasir 50kg,” ungkap Tjandra.