Rencana Pembangunan Gedung Serba Guna Batal

by

LAYANI WARGA – Sekdes Podo, Chisbullah bersama perangkat desa tengah memberikan pelayanan ke warganya.

*Pemdes Podo Upayakan di 2021

KEDUNGWUNI – Rencana pembangunan gedung serba guna di Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni, terpaksa dipending lantaran dana desa (DD) yang terkuras untuk anggaran bantuan langsung tunai (BLT).

Demikian diungkapkan Sekdes Podo, Chisbullah, saat ditemui Radar di kantornya, Selasa (14/7/2020) kemarin. Dia menjelaskan, prioritas pembangunan di desanya yakni pembangunan gedung serba guna yang membutuhkan anggaran hingga Rp 1 miliar dengan realisasi dalam tiga tahap DD. “Kemungkinan dapat terealisasi pembangunannya pada tahun 2021 sampai tiga tahap,” ungkapnya.

Menurut Chisbullah, bukan saja program pembangunan gedung serba guna yang tertunda namun rencana perbaikan drainase dan pembangunan gorong-gorong yang membutuhkan anggaran sebanyak Rp 85 juta juga terpaksa tereliminasi dari program pembangunan fisik di tahun 2020 ini. “Semua program pembangunan dengan anggaran dana desa tahun ini dialihkan untuk bantuan langsung tunai,” terangnya.

Dijelaskan, Desa Podo dengan total PAD mencapai Rp 1.424.754.774 yang terbagi dari anggaran dana desa Rp 934.862.000, dari bagi hasil pajak retribusi daerah kabupaten sebanyak Rp 51.839.774, dari ADD sebanyak Rp 383.056.000, bantuan keuangan APBD Provinsi sebanyak Rp 25.000.000 dan pendapatan asli desa sebanyak Rp 30 juta.

“Untuk tahun ini turun sekitar sepuluh persen. Semoga tahun depan bisa terealisasi pembangunan desa dengan program yang telah menjadi prioritas kepentingan masyarakat, seperti gedung serba guna yang dapat digunakan sebagai kegiatan olah raga dan seni, dan acara hajatan warga,” jelas Sekdes yang juga didampingi kepala desa. (jun)