Kembangkan Pasar Tradisional, Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan Belajar ke Sleman

by

Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan melakukan kunjungan kerja ke Pemkab Sleman terkait study banding tentang pengembangan dan pengelolaan pasar tradisional di Sleman.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul mengatakan bahwa kunker ini untuk mengetahui bagaimana pengelolaan dan pengembangan pasar tradisional di daerah Sleman, sebab pasar di Sleman jauh lebih berkembang, lebih nyaman dan tertata. Sehingga masyarakat tidak ragu untuk berbelanja di Pasar Tradisional.

“Apa yang kami dapatkan dari kunjungan ke Sleman ini nantinya bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kinerja pasar tradisional di Kabupaten Pekalongan,” terangnya.

Seperti yang diketahui, bahwa untuk pasar tradisional sendiri di Kabupaten Pekalongan ada beberapa pasar besar seperti Kajen, Kedungwuni, Wiradesa, dll. Untuk Pasar Kedungwuni rencana dari Pemkab Pekalongan akan ditempati tahun depan sedangkan untuk Pasar Wiradesa akan dibangun dengan dana Rp 92 miliar.

“Harapannya agar Pasar Kedungwuni dan Pasar Wiradesa jika sudah ditempati bisa memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Peningkatan mutu dan kinerja pasar tersebut harus lebih optimal. Jangan bangunan pasarnya bagus tetapi pengelolaannya tidak bagus, kami tidak ingin seperti itu,” harapnya.

Sementara itu, Asisten sekretaris daerah (Assekda) Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Sleman, Suyono menerangkan bahwa kedatanang dari rombongan Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung pasar.

“Pemkab Sleman telah merenovasi beberapa pasar tradisional menjadi tempat yang nyaman dan layak. Pasar Modern yang bersih dan tertata,” ujarnya.

Selama masa pandemi dan masa menghadapi adaptasi kehidupan barun atau new normal, transaksi di Pasar Tradisional dilakukan secara online. “Untuk transaksi pembayaran kami bekerjasama dengan pihak luar yang bergerak dibidang e-comerce,” tandasnya.