SMA/SMK Swasta Kekurangan Siswa Baru

by

Abidin, mengungkapkan penerimaan siswa baru sudah dua tahun ini berjalan menggunakan sistem zonasi ataupun online. Sistem ini berdampak pada sekolah swasta. Sekalipun sekolahanya berada di tengah kota namun tidak banyak orangtua melirik untuk menyekolahkan anaknya di sekolah swasta.

“Kami tidak menargetkan muluk-muluk. Targetnya hanya dua rombongan belajar saja. Sampai kini baru dapat 8 siswa baru untuk satu kelas dan masih kurang,” ungkapnya.

Terkaiat new normal, pihak sekolah juga sudah menyiapkan sesuai aturan pemerintah, termasuk menyediakan tempat cuci tangan, termogan dan semua guru dan siswa menggunakan masker. Kekurangan siswa juga dialami SMK PGRI 02 Pegandon.



Kepala SMK PGRI 02 Pegandon Maftukhin, mengatakan bahwa pada tahun ajaran baru ini sekolahanya hanya mendapatkan sebanyak 18 siswa baru.

“Hanya satu rombongan belajar (rombel). Sebelumnya ada 20 calon siswa baru yang daftar. Ada 2 yang diterima di negeri sehingga hanya 18 siswa baru. Pengenalan lingkungan sekolah (PLS) bagi siswa baru secara daring,” katanya. (lid)