Dari Hobi Kini Pembudidaya Ikan Cupang, Jual Sampai Luar Negeri dengan Omset 3-7 Juta Perbulan

by

WIRADESA – Igir Legowo (30) pemuda asal Sragi yang saat ini tinggal di Wiradesa karena menikahi kekasihnya yang berasal dari Wiradesa dan juga sudah dikaruniai satu orang anak. Menggeluti dunia ikan cupang hampir 5 tahun dan sudah mempunyai Farm budidaya ikan cupang sendiri yang berada di Wiradesa tepatnya didepan rumahnya.

Igir menerangkan awal dirinya menyukai ikan cupang dan bisa sampai saat ini karena dulu suka bermain ikan cupang, setelah dewasa tepatnya pada tahun 2016 igir iseng membeli ikan cupang di pasar ikan kuripan.

Kemudian dia menjual ikan tersebut kepada anak-anak sekolah karena rumahnya di sragi dekat sekolahan baik itu SD dan SMK. “Saya beli ikan sering dan akhirnya banyak, suatu hari saya pajang ikan tersebut di depan rumah dan tanpa disangka banyak anak sekolah yang datang dan melihat, bahkan ada yang sampai membeli. Ikan saya jadi berkurang dan mau tidak mau harus beli lagi dan kepikiran untuk budidaya ikan cupang saja,” terangnya.

Setelah saya menikah, saya pindah ke Wiradesa dan sudah bekerja sebagai karyawan swasta. Semua ikan cupang yang dibudidayakan dipindah ke Wiradesa agar lebih mudah mengurusi. Dari sini, saya terus belajar bagaimana agar selain budidaya ikan cupang bisa lancar juga belajar penjualan dengan media sosial.

“Saat itu, saya masih bekerja sebagai karyawan dan juga mengurusi farm ikan cupang, baru pada tahun 2019 saya memutuskan resign dan fokus untuk full time menjadi pembudidaya ikan cupang,” jelasnya.

Dibantu oleh mertuanya serta temannya, Igir mulai memasarkan ikan cupang hasil budidayanya yang berjenis ikan cupang plakat dari berbagai jenis seperti koi, avatar, HMPK lewat media sosial di Instagram @bettapekalongan. “Dari medsos saya sering dapat pembeli yang berasal dari seluruh Indonesia, bahkan saya pernah dapat pembeli dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei, Qatar bahkan sampai Jerman,” ungkapnya.

Selain berjualan online lewat medsos, Igir juga melayani penjualan secara offline atau tatap muka agar para pembeli bisa melihat secara langsung ikan yang akan dibeli. “Kalau yang lewat offline atau tatap muka kebanyakan dari Indonesia, seperti Banjarnegara, Wonosobo, Jakarta, Semarang, Bekasi, dll,” pungkasnya.

Igir sendiri memberikan harga jual ikan cupangnya dengan harga yang variatif tetapi tetap mengedepankan kualitas. “Di farm kami, harga ikan cupang sendiri paling murah Rp 100 ribu dan yang lumayan agak mahal bisa sampai jutaan,” tuturnya.

Ditanya berapa omset penjualan ikan cupang hasil budidayanya perbulan, Igir menjawab bisa menghasilkan Rp 3-7 juta perbulannya. Ditambah dengan penjualan pakan ikan cupang hasil kreasinya yakni Betta Shrimp. Pakan alternatif dari bahan bayi udang yang sudah dikeringkan.

Dari pengalamannya berbudidaya ikan cupang, Igir berpesan kepada siapapun yang akan memulai budidaya ikan cupang agar serius memulai dulu serta mencari teman yang suka memelihara ikan cupang, karena jika ada temannya pasti akan lebih semangat merawat ikan cupannya serta semangat mencari pakannya.

“Sering maen ke teman-teman yang bermain ikan cupang, bisa ikut komunitas juga agar bisa sharing baik itu cara merawat, cara budidayanya serta cara penjualannya,” sarannya.

Terakhir, Igir berpesan agar jika sudah punya informasi dasar dalam budidaya ikan cupang agar mencoba mencoba budidaya ikan cupang yang indukannya bagus. “Kalau sudah punya ilmu dasarnya mending cari indukan yang bagus sekalian, karena prosesnya sama dengan membudidaya ikan cupang kualitas biasa. Walaupun indukan bagus itu mahal, tetapi jika berhasil hasil anakan yang nanti akan dijual juga punya nilai jual yang tinggi juga,” pesannya.