Satu Keluarga Buruh Serabutan Tinggal di Kandang Sapi

by
KANDANG SAPI - Keluarga Chorib - Koyi warga Desa Lumeneng Kecamatan Paninggaran tinggal di kandangsapi karena tak memiliki rumah. (Triyono)

*Berukuran 3×4 Meter Sejak tiga tahu lalu

PANINGGARAN – Niris dialami pasangan Chorib (40) – Koyi (42) warga tak mampu Desa Lumeneng Kecamatan Paninggaran. Pasalnya mereka menempati kandang sapi sejak tiga tahun lalu.

Pasangan Chorib- Koyi tinggal di kandang sapi dengan luas berukuran 3 x 4 meter. Mereka tinggal bersama empat anaknya, masing masing usia 25 tahun, 18 tahun, 17 tahun dan satu di antaranya masih balita.

Adapun sebelum menempati kandang sapi mereka tinggal di Wonosobo, namun karena kondisi ekonomi terpuruk ia terpaksa kembali ke kampung halamannya. Sementara sejak tinggal di Desa Lumeneng Kecamatan Paninggaran Chorib bekerja sebagai buruh serabutan.

Dengan tempat tinggal yang cukup memprihatinkan, mereka juga memelihara kelinci, ayam yang tinggal dalam serumah.

“Saya sudah tiga tahun ini tinggal disini (kandangsapi) bersama keluarga, ” ungkap Chorib.

Diakui dirinya terpaksa tinggal di kandang sapi karena tidak memiliki rumah tinggal. Sedangkan untuk mencukupi kebutuhan sehari hari, ia keseharian menjadi buruh serabutan.

“Kalau ada warga yang nyuruh baru saya berangkat, kalau tidak ya paling cari kayu bakar, ” katanya.

Sementara Sekretaris Desa Lumeneng, Kecamatan Paninggaran, Turmudi membenarkan ada warganya yang tinggal di kandang sapi. Menurutnya, Chorib tinggal bersama keluarganya yang berjumlah lima orang sejak tiga tahun lalu karena usai pulang dari Wonosobo tidak memiliki rumah.

“Mereka tinggal di Kandang Sapi ukuran 3x 4 meter bersama keluarganya, ” ungkap Turmudi.

Diakui, pemerintah Desa sudah berusaha mencari kan solusi supaya memiliki tempat tinggal yang layak. Adapun bantuan mereka sudah mendapat PKH.

“Ya terus terang keluarga Chorib butuh uluran tangan para dermawan, sebab rumah yang ditempati kurang layak, ” katanya. (Yon)