Bupati Batang Perjuangkan agar TOD Masuk Bagian KIT Batang

by
Bupati Wihaji saat mendampingi Presiden Jokowi meninjau lahan untuk KIT Batang belum lama ini.

BATANG – Bupati Batang, Wihaji akan terus memperjuangkan agar rest area dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di jalan tol Batang- Semarang tepatnya di Km 369 bisa tetap dibangun satu kawasan dengan Kawasan Industri Terpadu.

Mengingat gagasan tersebut sudah terlebih dulu dicetuskan dan sudah dipaparkan pada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kawasan TOD sendiri nantinya juga akan menempati lahan milik PT Perkebunan Nusantara 9.

“TOD tetap saya perjuangkan karena ini perjuangan saya ketika menghadap Presiden Joko Widodo, sebelum KIT Batang di tetapkan. Dan secara substansi TOD tetap masuk dalam kawsan industri terpadu sesuai master plan yang kita buat,” ungkap Bupati Wihaji, kemarin.

Bupati menjelaskan, sesuai master plan rest area TOD nantinya ada space Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terintegrasi dengan pariwisata dan hotel. Sehingga TOD nantinya bisa sebagai penunjang dan pelangkap sarana prasaran KIT, karena dikawasan tersebut bakal dibangun Perumahan buruh pabrik, Apartemen, Hotel dan mall.

“KIT memang akan menempati tepat pada lahan TOD yang sebelumnya sudah kita kerjsamakan dengan PT. PN 9. Oleh karena itu, kita masih terus berkoordibasi dengan PT Perkebunan Nusantara, PT Pembangunan Perumahan, Kawasan Industri Wijayakusuma sebagai pelaksana Pembangunan KIT untuk memadukan master plan TOD dengan mater plan KIT,” jelas Wihaji.

KIT Batang dipilih pemerintah untuk menyambut relokasi investasi asing yang disetujui Presiden Joko Widodo. Progres KIT Batang sendiri saat ini memasuki tahapan persiapan master plan. (don)