Dita Leni Ravia, Siswi SMK yang Namanya Viral di Medsos

by
Dita Leni Ravia saat ditemui di rumahnya. Foto: Erfanto/Tugu Jogja

Unggahan fotocopy KTP elektronik milik gadis asal Desa Kanigoro Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunugkidul bernama Dita Leni Ravia di Twitter, Senin (6/7), langsung trending. Bagaimana tidak, sekilas nama itu biasa saja, tetapi setelah diamati betul pasti yang membacanya akan tegelitik.

Nah, ternyata setelah ditelusuri ada sebuah akun @jawafess yang memposting KTP elektronik seorang wanita asal Gunungkidul itu, sehingga menjadi ramai diperbincangkan netizen.

Kebanyakan orang awalnya memang belum menemukan di mana letak kejanggalan nama tersebut. Namun setelah dibaca berulang-ulang keanehan itu baru terlihat yaitu pada dita leni.

Lalu ketika Anda membaca dita leni ravia dengan intonasi yang cepat, barulah akan menyadari letak kejanggalanya. Bagi orang jawa, pasti akan sangat paham apa artinya.

Jika dibaca dengan cepat ditaleni ravia berarti ditali menggunakan tali rafia. Nama yang unik selalu berhasil menghibur banyak orang, apalagi jika tersimpan arti yang tak langsung terbaca di baliknya.

Ternyata, perempuan pemilik KTP asal Gunungkidul itu juga turut mengomentari postingan akun @jawafess. “Hayuu namaku mau diapain iki kok di post wkwkwk @jawafess,” begitu komentar wanita Gunungkidul itu dengan akun twitter miliknya @ditaalenyravia.

Nama Dita Leni Ravia yang viral di media sosial. (Foto: Twitter @jawafess)

Masyarakat memperbicangkan hal ini karena namanya sangat unik dan banyak komentar lucu berkaitan denganya. Bahkan postingan ini juga ramai dibahas di Instagram, akun @lambeturah yang memiliki 8,1 juta pengikut.

Makna Tersendiri

Bagi sebagian orang, pemberian nama tersebut mungkin terkesan sembrono. Namun, tidak bagi kedua orang tua gadis kelahiran tahun 2002 tersebut.

Mengutip dari Tugu Jogja, Rabu (8/7), kedua orang tuanya, Umy (39) dan Suro (47) menjelaskan nama unik tersebut memiliki nama tersendiri. Sang ibu mengaku saat tengah mengandung memang ingin memberi nama Dita untuk anaknya kelak setelah lahir.

Saat itu, suaminya kemudian mendapat inspirasi untuk memberi nama Dita-Leni yang dalam bahasa Jawa memiliki arti “diikat”. Biar lebih lengkap dan unik, akhirnya terpikirkan untuk menambah Ravia (rafia atau tali plastik warna-warni). Keduanya kemudian sepakat memberi putrinya Dita Leni Ravia setelah lahir.

Tak sekadar itu, nama Dita Leni Ravia ternyata juga memiliki makna dan harapan sendiri bagi kedua orang tuanya. Seperti ungkapan yang menyebut nama adalah doa, orang tua Dita ingin anak sulungnya yang lahir perempuan itu harus “diikat” agar “tidak ke mana-mana”. Harapannya, agar anaknya tersebut tetap patuh kepada agama dan kedua orang tua. (rateg/kumparan)