Terlahir Cacat, Sugeng, Warga Mijen Tak Patah Semangat Bekerja dan Berkarya

by

KENDAL – Kekurangan fisik bukan menjadi penghalang untuk bisa mandiri. Inilah yang dilakukan, Sugeng Priyadi, lelaki kelahiran tahun 1977 yang terlahir dalam keadaan cacat. Kedua kakinya tidak sempurna dan mengecil, praktis tidak bisa untuk berjalan. Walaupun fisiknya tidak sempurna, tidak membuatnya patah semangat untuk bekerja dan berkarya.

Di rumahnya di Dusun Mijen Desa Merbuh, Kecamatan Singorojo, Sugeng membuka usaha memodifikasi sepeda motor menjadi roda tiga. Dengan dibantu saudaranya, ia mengelas dan memotong besi yang dijadikan ragangan tempat memasang roda samping.

Sebelumnya, ia pernah membuat gitar listrik dan cukup banyak menerima pesanan. Namun seiring berjalannya waktu, kalah saing dan sepi pemesan, sehingga harus berganti profesi. Saat pesenan gitar sepi, Sugeng kemudian alih profesi sebagai operator sound system. Dengan belajar sendiri, akhirnya bisa merakit sound system’ yang ternyata bisa dijadikan pekerjaan sebagai perakit, sekaligus servis sound system.



“Saya belajar lihat teman yang bisa membuat sound system, akhirnya bisa juga,” katanya, Rabu (8/7)

Usaha sebagai perakit dan servis sound system, sekaligus operator sound system pun cukup maju. Banyak orang yang servis maupun pesan dibuatkan sound system. Panggilan sebagai operator sound system dari orang yang punya hajatan pun cukup ramai. Namun sejak adanya pandemi Covid-19 ini, tidak ada lagi orang hajatan, sehingga ia juga berhenti usahanya di bidang sound system, karena hampir tidak orang yang memanggilnya. “Sekarang sepi banget pak. Tidak ada orang menyewa sound system,” ungkapnya.