Pembangunan Islamic Center Dianggarkan Rp 43,5 Miliar, 2022 Diharapkan Bisa untuk Manasik Haji

by
Bupati Wihaji saat memimpin rapat persiapan pembangunan Islamic Center Batang belum lama ini.

BATANG – Harapan warga Kabupaten Batang agar daerahnya memiliki gedung Islamic Center yang digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan, nampaknya bakal segera terwujud. Pasalnya, mulai tahun depan pemkab setempat akan mengalokasikan anggaran guna pembangunanya.

“Insyaallah untuk Gedung Islamic center mulai 2021 akan mulai dianggarkan pembangunnya, sehingga pada 2022 mendatang sudah bisa mulai difungsikan,” ungkap Bupati Batang, Wihaji saat ditemui awak media di kantornya.

Bupati Wihaji menjelaskan, Gedung Islamic Center sendiri akan menempati tanah seluas 1,8 hektare yang berlokasi di Desa Banyuputih Kecamatan Banyuputih. Untuk pembangunannya, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 43,5 miliar dan rencananya akan dibagi dalam dua tahap.

“Dari total anggaran Rp 43,5 miliar itu, pada tahun depan akan kita cicil pembangunanya dengan mengalokasikan anggaran Rp 15 miliar. Sehingga diharapkan pada 2022 mendatang sudah bisa digunakan untuk manasik haji bagi warga Kabupaten Batang,” jelas Wihaji.

Lebih lanjut dijelaskan, nantinya Islamic Center Kabupaten Batang akan dilengkepi dengan ruang pertemuan, bisnis center guna mendukung peribadahan haji. Selain itu juga akan ada kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan juga ormas islam. Disamping itu, juga akan ada ruang kelas untuk PAUD dan TPQ.

“Pembangunan gedungnya sendiri akan didesain perpaduan akukturasi budaya Batang dan budaya Islam, dengan ornamen tombak Abirawa yang merupakan senjata kebesaran pendiri Batang,” beber Wihaji.

Disisi lain, untuk menambah pendapatan asli daerah, gedung pertemuan di lokasi Islamic center juga akan disewakan. Sedangkan untuk menggeliatkan perekonomian masyarakat Batang, nantinya juga akan ada ruang khusus untuk UMKM memasarkan produknya.

“Saya menyakini Islamic Center akan menjadi ramai dan menjadai salah satu pilihan favorit rest area, sehingga selain untuk tempat syiar islam, lokasi tersebut juga bisa untuk wisata,” tandas Wihaji. (don)