Kabupaten Pekalongan Kategori Rawan Tinggi

by

**Pilkada 2020

KAJEN – Kabupaten Pekalongan masuk kategori rawan tinggi untuk konteks sosial pada Pilkada lanjutan 2020 yang digelar 9 Desember 2020. Pasalnya, Pilkada digelar pada musim hujan, sehingga daerah utara rawan banjir rob dan daerah selatan rawan bencana longsor. Pada Pilkada tahun 2015, konstestasinya pun cukup panas, sehingga sempat ada gesekan di lapangan.

Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) sendiri telah meluncurkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada 2020 termutakhir. Hasil penelitian Bawaslu menyebutkan, tingkat kerawanan Pilkada 2020 meningkat disebabkan pengaruh wabah Covid-19. KPU sempat menetapkan beberapa tahapannya diundur akibat pandemi Covid-19, dan pemungutan suara dilaksanakan pada 9 Desember 2020.

Dalam IKP termutakhir ini, Bawaslu memotret potensi kerawanan Pilkada 2020 dari empat dimensi. Yakni, konteks sosial, konteks politik, konteks dukungan infrastruktur dan yang terakhir konteks pandemi.

IKP yang diluncurkan pada akhir bulan Juni kemarin, menempatkan Kabupaten Pekalongan pada kategori terindikasi rawan tinggi untuk konteks sosial. Sementara untuk konteks yang lain, tidak masuk dalam kategori rawan tinggi.

Dalam konteks sosial, Bawaslu menjadikan dimensi gangguan keamanan sebagai parameter, dengan sub dimensi terkait bencana alam dan bencana sosial, serta aspek kekerasan atau intimidasi pada penyelenggara.