Harga Ayam di Peternak Rp 18 ribu, di Pasar Tembus Rp 45 ribu

by

KARANGANYAR – Margin atau selisih harga daging ayam di tingkat peternak dibandingkan di pasaran cukup tinggi. Sehingga diduga ada permainan harga di rantai perdagangan ayam pedaging.
Harga daging ayam ras di pasar saat ini melonjak drastis sekitar Rp 45 ribu perkilo, padahal di tingkat peternak hanya sekitar Rp 18.200/kg.

Lonjakan harga daging ayam yang cukup tinggi ini dipertanyakan masyarakat. Pasalnya, harga daging ayam saat normal hanya sekitar Rp 32 ribu perkilo. “Saya kaget tadi beli ayam di pasar sekilo Rp 45 ribu, biasanya di bawah Rp 40 ribu. Kemarin baca di berita di tingkat peternak harganya kurang dari Rp 20 ribu. Kok bisa ya selisihnya tinggi sekali,” ujar Eko (30), warga Desa Karangsari, Kecamatan Karanganyar, Minggu (5/7/2020).

Nur, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Induk Kajen, Jumat (3/7/2020), mengatakan, dalam tiga hari terakhir ini harga daging ayam ras melonjak tinggi menjadi Rp 45 ribu perkilo. Menurutnya, harga normal daging ayam biasanya berkisar antara Rp 30 ribu hingga Rp 36 ribu perkilo. “Sudah tiga hari ini naik. Sebelumnya Rp 42 ribu perkilo, sekarang Rp 45 ribu perkilo,” kata dia.

Menurutnya, kenaikan harga daging ayam disebabkan minimnya pasokan. Selain itu, naiknya harga juga dimungkinkan ada permainan dari pengepul dan perusahaan. “Rata-rata pedagang ayam di sini menjualnya Rp 45 ribu per kilogramnya,” kata dia.

Dengan adanya kenaikan harga daging, kata dia, membuat daya beli masyarakat menurun. “Yang biasanya membeli 2 kuintal, sekarang hanya 1 kuintal,” ujarnya.