690 Calon Panwasludes Ikuti Tes

by
Panwasludes
TES WAWANCARA - Seorang pendaftar Panwasludes di Kecamatan Wonopringgo menjalankan tes wawancara, kemarin. MUHAMMAD HADIYAN
Panwasludes
TES WAWANCARA – Seorang pendaftar Panwasludes di Kecamatan Wonopringgo menjalankan tes wawancara, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Netralitas Jadi Acuan Utama

Sebanyak 690 pendaftar Pangawas Pemilu Desa (Panwasludes) mengikuti tes wawancara di masing-masing kecamatan se Kabupaten Pekalongan, kemrin. Tes wawancara yang berlangsung mulai 5 sampai 7 Januari 2018 ini nantinya akan menyisakan 285 peserta. Pengumuman hasil tes akan dilakukan secara serentak pada 10 Januari mendatang.

Ketua Panwaslu Kabupaten Pekalongan, Ahmad Dzul Fahmi mengatakan, pendaftaran yang telah dilakukan mulai tanggal 23-28 Desember 2017, kemudian diperpanjang hingga 2 Januari 2018, telah mengumpulkan 650 orang calon panwasludes.

“Setelah lolos administrasi, kini giliran mereka melalui tes wawancara. Hari ini (kemarin, red) adalah hari terakhir tes tersebut,” kata Fahmi, kemarin.

Seleksi wawancara ini dilakukan langsung oleh Panwascam di masing-masing kecamatan. Dari total peserta, nantinya yang akan lolos adalah 285 orang untuk melakukan pengawasan di 285 desa/kelurahan se Kabupaten Pekalongan. “Satu pengawas mengawasi satu desa/kelurahan,” imbuhnya.

Dikatakan, hal penting yang perlu dimiliki oleh calon pengawas desa itu di antaranya, harus independen, dan tidak terikat atau tidak menjadi anggota parpol. “Intinya, harus memegang teguh netralitas, memiliki integritas, dan menjaga profesionalitas,” tegas Fahmi.

Ia menjelaskan, perekrutan panwasludes ini bertujuan untuk menyiapkan tim dalam mengawasi tahapan pemilihan gubernur di tingkat desa. Sedangkan untuk pengawas TPS, rekrutmen baru akan dilakukan pada 23 hari menjelang pemungutan suara.

“Kalau jumlah TPS, estimasinya dari KPU sekitar 1.480 TPS,” kata dia.

Ia berharap, panwasludes di setiap desa/kelurahan yang terpilih akan mengemban amanah dengan baik dalam melakukan pengawasan pemilu di Kabupaten Pekalongan.

Sebelumnya, Komisioner Panwaslu Kabupaten Pekalongan, Wahyudi Sutrisno SH MH mengungkapkan, masa pendaftaran panwasludes sempat diperpanjang lantaran belum memenuhi kuota. Pihaknya telah melakukan perpanjangan pendaftaran hingga lima hari, terhitung sejak tanggal 29 Desember 2017, hingga 2 Januari 2018 lalu.

“Pendaftaran yang dibuka selama lima hari sejak tanggal 23-28 Desember, masih belum memenuhi kuota jumlah pendaftar. Baru 66 desa yang sudah cukup jumlah kuota pendaftarnya. Sehingga ada perpanjangan proses pendaftaran Panwasludes sampai 2 Januari,” ujar Wahyudi.

Rata-rata yang belum memenuhi kuota adalah daerah atas, seperti Kandangserang, Paninggaran, Lebakbarang, dan Petungkriyono. “Bahkan di Kandangserang, Lebakbarang, Petungkriyono sama sekali minim pendaftar,” ungkapnya.

Untuk menjaring pendaftar agar mencukupi kuota, pihaknya telah melakukan jemput bola dari desa ke desa. “Tes wawancara sudah dilakukan. Tinggal nanti 10 Januari pengumumannya, siapa yang lolos tes wawancara. Tidak ada tes tertulis untuk Panwasludes, pakainya langsung tes wawancara,” jelasnya. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito