10 CJH Ambil Setoran Pelunasan Biaya Haji

by

KOTA – Hampir satu bulan sejak Pemerintah RI membatalkan keberangkatan jemaah haji Indonesia pada penyelenggaraan haji 1441 H/2020 M, hingga Senin (29/6/2020) sudah ada 10 orang calon jemaah haji (CJH) asal Kota Pekalongan yang mengajukan untuk mengambil setoran pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (Bipih).

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Kota Pekalongan, H Mundakir SH, menuturkan kesepuluh orang tersebut sebagian besar merupakan pasangan suami istri. Mereka memutuskan akan mengambil setoran pelunasan biaya haji yang telah dibayarkan itu karena faktor ekonomi.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan daerah tetangga, CJH yang akan mengambil setoran pelunasan Bipih di Kota Pekalongan ini terbilang banyak. “Misalnya saja di Kabupaten Pekalongan, infonya belum ada yang mengajukan untuk mengambil. Ini di Kota Pekalongan sudah ada 10. Mungkin karena terdampak adanya Covid-19, ada calon haji yang mengambil dananya karena dagangan batiknya sedang sepi,” ungkap Mundakir, Selasa (30/6/2020).

Dijelaskan Mundakir, berdasar Surat Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag tertanggal 22 Juni 2020, disampaikan bahwa pengajuan untuk pengembalian setoran pelunasan Bipih 1441H/2020 paling lambat pada 31 Juli 2020. “Ketentuan ini dikecualikan bagi calon jemaah haji yang betul-betul sangat membutuhkan, dengan mencantumkan alasan jelas,” terangnya.

Dia menjelaskan bahwa Bipih yang diambil tersebut nominal untuk perorangnya mencapai sekitar Rp10 juta. Artinya, sebagian besar Bipih yang sudah dibayarkan masih tetap disimpan di rekening haji, tidak ditarik. “Kalau misalkan mau ditarik semua juga bisa, dipersilakan, akan tetapi yang bersangkutan akan kehilangan nomor porsi,” katanya.