Armada Rusak, Angkot Sulit Lolos Uji KIR

by

*Kondisi Armada Rusak
*Jadi Hambatan Urus Izin Trayek

KOTA – Sejumlah sopir angkutan kota (angkot) mengeluhkan kondisi yang mereka alami saat ini. Keluhan itu disampaikan dalam kegiatan public hearing Raperda perubahan Perda Nomor 24 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Izin Trayek di ruang sidang DPRD belum lama ini.

Ketua Kojamas Slamaran, Sulaiman Ali mengatakan bahwa kondisi sebagian besar armada jurusan Slamaran-Pelabuhan sudah tidak layak. Hal itu berdampak pada saat melakukan uji KIR. Berbagai kerusakan yang terjadi seringkali membuat armada tidak lolos uji. Hal itu kemudian juga berdampak para perpanjangan izin trayek yang salah satu syaratnya adalah lolos uji KIR.

“Sehingga kami mohon agar Pemkot Pekalongan mempunyai kebijakan untuk mempermudah dalam proses uji KIR terutama untuk angkot Slamaran-Pelabuhan sehingga kami tidak kesulitan dalam memperpanjang izin trayek,” harapnya.

Keluhan yang sama disampaikan Ketua Paguyuban Pekerja Angkutan Kota (PPAK) THR-Pelabuhan, Taufik Zein. Dia menyatakan bahwa angkot di Kota Pekalongan saat ini seperti sudah mati dan tak ada lagi yang bisa diharapkan. Termasuk serbuan angkutan online yang makin marak membuat angkot makin trpinggirkan.

“Sopir-sopir ini sudah kesulitan. Begitu juga para pemilik angkot yang memiliki kesulitan yang sama. Mereka harus mengurusi bagaimana mengganti berbagai onderdil armadanya padahal harganya selangit. Jadi harapan kami Pemkot maupun DPRD ini bisa memberikan perhatian dengan memberi keringanan atau bantuan untuk kami agar tetap eksis di Kota Pekalongan,” kata Taufik.