Efisien dan Ramah Lingkungan, Bisa Bertahun-tahun Melaut Tanpa Bahan Bakar

by

Dengan kapal tenaga surya tersebut, ke depan nelayan tak perlu lagi membeli bahan bakar jika ingin melaut. Dikatakan Didit, sapaan akrabnya, nelayan bisa memanfaatkan energi terbarukan yang melimpah ruah yakni cahaya matahari. “Ini yang kami uji coba untuk awal adalah kapal 3 GT yang sudah dimodifikasi menjadi kapal yang ramah lingkungan dan sangat efisien bagi nelayan. Semoga hasil kolaborasi anak bangsa ini bisa diterima masyarakat, pemerintah juga bisa menerima dan kemudian memfasilitasi agar kapal ini benar-benar bisa sampai ke masyarakat nelayan,” jelasnya.

Seberapa efisien kapal tenaga surya tersebut?, Didit mengatakan bahwa panel solar cell yang ada di bagian atap kapal merupakan sumber energi utama. Panel solar cell bisa tersambung langsung dengan kebutuhan kelistrikan di kapal, termasuk untuk menjalankan mesin. Jika sedang tidak digunakan, panel solar cell juga akan mengisi baterai yang sudah ditanamkan di kapal. Total energi yang dapat dihasilkan dari panel solar cell tersebut mencapai 1.000 watt. Sehingga tak hanya untuk menjalankan mesin, energi dari panel solar cell juga dapat digunakan untuk kebutuhkan kelistrikan lainnya.

“Jadi kalau masih ada cahaya matahari, baterai tidak perlu digunakan. Energi dari solar cell langsung tersambung dengan mesin kapal dan sistem kelistrikan. Baterai ini menjadi cadangan jika nanti tidak ada cahaya matahari. Panel solar cell ini juga otomatis mengisi baterai yang ada di dalamnya,” tambah politisi yang berencana maju dalam Pilkada Kota Pekalongan itu.

Inisator lainnya, David Susanto Ang menambahkan, sistem panel solar cell beserta baterai yang ditanam di kapal tersebut dapat bertahan sampai 10 tahun. Dia juga memastikan bahwa tidak dibutuhkan perawatan khusus untuk baterai maupun panel solar cell jika tidak rusak karena faktor dari luar.

“Total biaya pembuatan kapal lengkap dengan panel solar cell beserta sistem di dalamnya ini sekitar Rp70 juta. Jika dihitung dan dibandingkan dengan kapal yang menggunakan bahan bakar, maka biaya pembelian kapal ini bisa kembali dalam dua tahun. Sisanya, lima sampai tujuh tahun nelayan bisa berlayar dan melaut secara free, bebas tanpa membutuhkan bahan bakar,” terangnya.