Tingkat Kepemilikan Kartu Tani di Batang Tertinggi di Jawa Tengan

by
Kepala Koordinator Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Batang Purwanto, bersama penyuluh pertanian menunjukan kartu Tani yang akan diterima petani. (Istimewa)

BATANG – Tingkat kepemilikan kartu tani untuk mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Batang saat ini sudah mencapai 100%, atau seluruh petani sudah memilikinya.

Capaian tersebut menjadikan Kabupaten Batang sebagai daerah pertama di Jawa Tengah bahkan nasional dengan kepemilikan kartu tani mencalai 100%.

“Tahap awal memang ada banyak kendala dan masih banyak petani yang terlewatkan untuk mendapatkan kartu tani. Namun mulai 1 April 2020 kita lakukan penertiban, hingga akhirnya saat ini jumlan petani yang memiliki kartu tani mencapai 69. 446 kartu,” ungkap Kepala Koordinator Jabatan Fungsional Penyuluh pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Batang, Purwanto, Senin (29/6/2020).

Dari total kartu tani 69.446 dengan luasan lahan pertanian di Kabupaten Batang mencapai 81.886. 72 hektar. Sedangkan untuk kebutuhan pupuk urea 19. 259. 749 kg, pupuk SP-36 capai 8. 572.256 kg, pupuk organik 16. 866.567kg, pupuk ZA, 4.11.632kg, pupuk NPK capai 23. 247. 944 kg

Purwanto menjelaskan, Kartu Tani merupakan sarana akses layanan perbankkan terintegrasi yang berfungsi sebagai simpanan, transaksi, penyaluran dan pinjaman hingga kartu untuk memperoleh pupuk subsidi. Petani yang miliki kartu tani tidak bisa transaksi pembelian pupuk secara manual di Kios Pupuk Lengkap (KPL). Hal itu untuk melindungi petani agar subsidi tepat sasaran.

“Petani yang mendapatkan kartu tani, luasan lahannya juga dibatasi. Setiap pemilik kartu tersebut maksimal memiliki lahan pertanian seluas 2 hektar. Setiap bulan kartu tani juga ada verifikasi ulang pada tanggal 20 hingga 25, apabila dalam satu tahun tidak melakukan transaksi pembelian, maka kartu tersebut secara otomatis dinonaktifkan oleh pihak bank,” jelas Purwanto.

Purwanto menambahkan, Pemkab Batang sendiri memang mewajibkan petani memiliki kartu tani. “Hal itu dimaksud agar petani tidak khawatir kekurangan stok pupuk bersubsidi, karena sudah terdata semua kebutuhan pupuknya,” tandas Purwanto. (don)