Enam Bulan, 30 Kasus Narkoba Terungkap

by

**BNNK Ajak Pecandu Rehabilitasi Mandiri

BATANG – Tren kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Di Kabupaten Batang sendiri, terhitung sejak Januari sampai Juni ini sudah terungkap kurang lebih 30 kasus narkoba, dengan didominasi jenis sabu dan ganja.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batang, AKBP Windarto, usai mengikuti upacara virtual peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2020, yang mengusung tema “Hidup 100% di Era New Normal: Sadar, Sehat, Produktif, dan Bahagia Tanpa Narkoba”.

Windarto mengatakan, pesan “Hidup 100%” ini merupakan ajakan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih maksimal di segala unsur kehidupan, baik itu secara fisik dan mental, jasmani dan rohani, dunia dan akhirat, yang pastinya 100% hidup tanpa narkoba.

“Untuk menghadapi hidup 100 persen tanpa narkoba, maka kita lebih mengutamakan pola pencegahan. Pencegahan dimulai dari mana, dari diri kita sendiri, keluarga kita, dan lingkungan kita. Sehingga kalau kita sudah mempunyai niat yang sama dalam rangka mencegah penyalahgunaan narkoba, maka Insya Allah peredaran gelap narkotika bisa terhindar di Indonesia, khususnya di Kabupaten Batang ini,” ungkap Windarto, usai menghadiri upacara peringatan HANI 2020 secara virtual, Jumat (26/6/2020).

Ia mengatakan, BNNK Batang telah melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di wilayah setempat, dengan melakukan sejumlah kegiatan di tingkat desa hingga perkotaan. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan pembentukan relawan maupun penggiat anti narkoba. Di mana diharapkan para penggiat itu juga memberikan sosialisasi kepada lingkungannya, bagaimana sama sama memberantas penyalahgunaan narkoba dengan mencegah atau meniadakan peredaran gelap narkotika.