Batang Masuk Zona Kuning, Disdikbud Pastikan Pembelajaran Dilakukan Secara Daring

by
TUNJUKKAN - Pendidik SDN Ponowareng 01 Tulis saat menunjukkan materi pembelajaran daring dalam bentuk video edukasi. NOVIA ROCHMAWATI

BATANG – Tren perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Batang yang masih terus meningkat memicu kekhawatiran sejumlah orang tua terhadap potensi penularannya di lingkungan sekolah. Karena itu, mereka mendesak pemerintah daerah untuk menunda kegiatan pembelajaran di sekolah saat tahun ajaran baru nanti.

Kekhawatiran tersebut banyak disampaikan orang tua, baik dalam obrolan di lingkungan kerja dan rumah maupun melalui media sosial. Sodikin misalnya, memiliki anak yang baru lulus SD dan tengah dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sebuah SMP. Dia mengaku cemas jika di ajaran baru nanti kegiatan pembelajaran dilaksanakan di sekolah.

“Ya kalau disuruh milih, penginnya anak tetap belajar dari rumah, sampai kasus Covid-19 ini dianggap mulai aman. Tapi kalaupun kebijakan nantinya harus belajar di sekolah, ya mau bagaimana lagi. Yang penting persiapannya matang, semua disiplin menjalankan protokol kesehatan. Karena sebagai orang tua kita sangat khawatir kalau anak kita tertular corona,” tutur warga Tegalsari, Kandeman itu, baru-baru ini.

Kecemasan serupa juga disampaikan Unggun, warga Pasekaran, Batang. Melalui akun media sosialnya, dia bahkan menulis surat terbuka yang ditujukan ke Bupati Batang terkait perlunya pemerintah daerah mempertegas pelaksanaan protokol kesehatan, baik di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.

Sementara khusus menyangkut aktivitas bersekolah, dia meminta Pemkab Batang menunda dulu pembelajaran di sekolah, terutama untuk jenjang PAUD sampai SMP. Dia menilai usia ini cukup rentan terpapar Covid-19. “(Sebagai gantinya), bisa memakai metode daring, atau jika kesulitan guru bisa memberikan tugas ke siswa lewat grup WA ortu/wali murid,” ujarnya.

Sementara untuk jenjang SMA ke atas, jika memang mendesak aktivitas bersekolah bisa kembali dijalankan. Tetapi syaratnya sekolah dan guru siap, seluruh warga sekolah harus taat protokol. Pun proses pembelajaran harus diatur sedemikian rupa agar memenuhi protokol kesehatan.

“Seluruh warga sekolah juga perlu dirapid test. Jika ada yang positif sesuai tes swab, maka sekolah sementara diliburkan. Ini semua demi keamanan kita semua sekaligus ikhtiar memutus mata rantai penularan Covid-19. Terlebih, di Batang sendiri kan kasusnya masih tinggi,” jelasnya.

Surat terbuka melalui status facebook tersebut ternyata banyak mengundang komentar dukungan. Bahkan, Ketua Umum PP GP Ansor yang menggunakan nama akun Yaqut Cholil Qoumas, pun ikut memberikan komentar dukungan. “Kang, suratmu aku teruskan ke bupati. Semoga mendapat perhatian,” katanya.

BATANG ZONA KUNING

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang ternyata juga telah menyiapkan skenario aktivitas pendidikan menyongsong masa new normal dengan mempertimbangkan perkembangan kasus Covid-19. Mengingat Batang masih masuk zona kuning, maka Disdikbud menetapkan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

“Ada dua opsi sebenarnya, yakni Pembelajaran Tatap Muka dan Pembelajaran Jarak Jauh. Namun melihat kondisi Covid-19 di Batang yang masih masuk kategori zona kuning, kami memilih opsi pembelajaran jarak jauh,” jelas Kepala Disdikbud Batang, Achmad Taufiq didampingi Kabid Dikdas, Sabar Mulyono, saat diwawancarai di kantornya, Kamis (25/6/2020).

Dijelaskan, kebijakan dari pusat memutuskan pelaksanaan tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai tanggal 13 Juli mendatang. Meski begitu, pembelajaran jarak jauh masih dipilih lantaran Pandemi Covid-19 belum kondusif. Hal ini pun diberlakukan untuk seluruh jenjang pendidikan, baik dari Paud, SD, hingga SMP sederajat.

Sabar menambahkan, secara teknis nantinya pihaknya akan membentuk tim guru dan tim IT. Contohnya untuk tingkat SD sederajat TIM KKG tiap kecamatan yang akan menyiapkan materi pembelajaran jarak jauh. Baik itu dalam bentuk video, teks, gambar, audio maupun slide.

“Untuk tim IT sendiri nantinya akan membantu guru menyiapkan pembelajaran daring, menyiapkan sarpras, dan menyimpan learning management sistem. Nanti outputnya guru dapat membuat media pembelajaran daring, yang dilengkapi dengan soal latihan atau tugas, dan diakhiri dengan alat evaluasi,” pungkasnya. (nov/sef)