Unikal Terjunkan 631 Mahasiswa KKN Warga Mandiri

by

KOTA – Universitas Pekalongan (Unikal) melaksanakan penerjunan mahasiswa untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Periode II Tahun Akademik 2019/2020 di Auditorium Unikal Gedung F, Selasa (23/6/2020). Sebanyak 631 mahasiswa dari berbagai fakultas di Unikal ini akan KKN dengan tema Warga Mandiri Hadapi Pandemi.

Rektor Unikal, Suryani SH MHum mengungkapkan bahwa KKN dengan tema Warga Mandiri Hadapi Pandemi ini menekankan kemandirian mahasiswa untuk berperan dalam lingkungannya. “Pasalnya, para mahasiswa yang KKN di lingkungan tempat tinggalnya akan berinteraksi dengan masyarakat, memahami kultur, dan melaksanakan berbagai program yang bermanfaat untuk masyarakat dan lingkungannya,” terang Suryani.

Tentu dalam penyelenggaraan KKN tematik di tengah pandemi ini ada dampak positif dam negatifnya. Menurut Suryani positifnya para mahasiswa dapat lebih mandiri dan berperan aktif di lingkungannya, sedangkan dampak negatifnya dari sisi kontrol aktivitas mahasiswa hanya dapat melalui daring.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unikal, Dr Mahirun SE MSi menjelaskan bahwa mahasiswa yang KKN Warga Mandiri Hadapi Pandemi ini akan menegakkan program di bidang kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. “Misal dalam bidang kesehatan, mahasiswa KKN ikut andil dalam tindakan preventif pencegahan Covid-19 di daerahnya. Bidang ekonomi misalnya memberikan pelatihan manajerial, pemasaran, dan produksi Usaha Kecil Menengah (UKM) di daerahnya. Kemudian dalam bidang lingkungan misalnya memprogramkan kegiatan bersih lingkungan, penyemprotan, dan sebagainya. Selain tiga bidang tersebut juga disisipkan program pemberian bantuan sosial,” papar Mahirun.

Lanjut Mahirun menerangkan bahwa KKN Warga Mandiri memasuki era New Normal ini tujuannya adalah mengubah mindset masyarakat. Sikap masyarakat selama ini menghadapi pandemic ada yang cuek, peduli, takut, dan sebagainya harus diubah. “Warga mandiri dalam menghadapi pandemic ini bagaimana bisa sabar dan kuat, beraktivitas normal namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dengan demikian kesehatan tetap terjaga dan ekonomi tetap berjalan,” ungkap Mahirun. (mal)