Kawal Parpol, NU-Muhammadiyah Pelurus Politik Strategis

by
  • ‘Koalisi Langit’ di Silaturahmi Keummatan
  • Cari Pemimpin Beribadat, Amanah dan Berkemajuan

KENDAL – Nahdhatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah di Kabupaten kendal selalu bersama-sama mengawal partai politik (Parpol) yang memiliki kewenangan politik praktis. Dengan demikian keberadaan kedua organisasi dengan basis massa besar ini berperan sebagai pelurus politik strategis.

“Sebagai pelurus pilitik strategis maka NU dan Muhammadiyah harus mengawal partai politik yang menjadi pelaku politik praktis.Mengawal dengan santun dan bertika tanpa ancaman,” kata Ketua PC NU Kendal KH M Danial Royyan, usai Silaturahmi Keummatan PC NU Kendal dengan PD Muhammadiyah Kendal, Selasa (23/6) di Water Six Weleri.

Silaturahmi yang dikenal dengan ‘koalisi langit’ jelang Pilkada Kendal ini juga dihadiri Ketua PD Muhammadiyah Kendal H Muslim. Tampak juga Tino Indra Wardono Bakal Calon Bupati Kendal. Tema besar pertemuan koalisi langit itu mengangkat “Kebersamaan untuk Menciptakan Kepemimpinan Kendal Beribadat yang Amanah dan Berkemajuan”.

Danial Royyan, mengungkapkan silaturahmi keummatan NU dan Muhammadiyah ini rencananya digelar sebelum Ramadan, silam. Mengingat kondisi kesehatan kedua pimpinan kedua organisasi ini tidak memungkinan sehingga pertemuan atau yang dikenal dengan koalisi langit ini baru bisa terlaksana di Juni ini.

“Dua organisasi ini punya misi sama. Saya mengharapkan mas Tino datang begitu juga dengan mereka, sehingga ketemu. Ini silaturahim biasa. Cuman mengahadaapi Pilkada dianggap pihak-pihak lain kental dengan nuansa politik. Kita itu mengusung politik strategis bukan politik praktis. Harus beri pengawalan pada Parpol dan calon bupati yang kira-kira patut didukung,” ungkapnya.

Terkait silaturahmi yang juga dihadiri bakal calon bupati itu, Ketua PD Muhammadiyah Kendal H Muslim, mengatakan bahwa Muhammadiyah siap menerima siapapun orangnya, apalagi dari NU. Menurutnya hal itu luar biasa sehingga Muhammadiyah tidak boleh menolaknya. Jika menolaknya menjadi berdosa.

“Sejak dulu pertemuan silaturahim NU dan Muhammadiyah ya seperti ini. Menyenangkan ora timbul permusuhan. Itu tujuan utamanya,” katanya.

Dalam silaturahmi itu, Muslim tidak menampik jika pertemuan itu dipandang sebagai koalisi langit, sebab semua harus berkoalisi. Baik itu Muhammadiyah maupun NU atau organisasi yang lainnya. Karena dalam berpolitik itu harus cerdas. Yakni harus jelas untuk kepentingan hak-hak kebaikan bukan jabatan.

“Jadi hanya itu yang Muhammadiyah cari. Tak hanya ke mas Tino, kita juga komunikasi dengan yang lainya, mas Falah dan pak Basuki. Tapi pertemuan ini baru dilakukan dengan mas Tino,” pungkasnya. (lid)