Belajar di Rumah, Pelajar SMK Muhabat Dapat Subsidi Pulsa

by
SERAH TERIMA – Pelajar SMK Muhammadiyah Batang secara simbolis saat menerima bantuan pulsa untuk program belajar di rumah, serta penyerahan penghargaan untuk siswa berprestasi.

BATANG – Hampir tiga bulan lebih pelajar se Indonesia mengikuti kegiatan pembelajaran dari rumah. Pembelajaran sistem ini pun membuat pelajar harus menyediakan kuota internet. Melihat kondisi ini, SMK Muhammadiyah Batang (Muhabat) berinisiatif untuk memberikan bantuan pulsa untuk anak didiknya. Pasalnya tidak semua siswa berasal dari keluarga yang mampu, dan bisa saja secara tidak langsung dari segi ekonomi terdampak Covid-19.

Kepala SMK Muhabat, Harliyandri Iqbal Nugroho pun beberapa waktu lalu secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut. Bantuan ini diberikan menindaklanjuti Permendikbud nomor 19 Tahun 2020 tentang perubahan Juknis penggunaan dana BOS Reguler tahun 2020. Menurutnya perubahan juknis ini memperbolehkan penggunaan dana BOS untuk membantu pembelian paket data bagi pendidik dan peserta didik.

“Setiap siswanya kami beri subsidi pulsa senilai Rp50.000. Ini sangat urgent sifatnya untuk keberlangsungan PBM yang terjadi, mengingat tahapan belajar mengajar semua harus dilaksanakan secara online. Bantuan ini juga sesuai dengan juknis BOS yang tertuang dalam Permendikbud terbaru,” jelasnya.

Iqbal menjelaskan bahwa besaran pemberian kuota dan lamanya waktu pemberian kuota berdasarkan pada kemampuan keuangan sekolah.
‚ÄúDana BOS tidak hanya dipakai untuk membantu kuota internet siswa tapi juga dipakai untuk kegiatan operasional sekolah yang lain. Seperti pembayaran honor bagi Guru dan TU, pembayaran listrik, internet dan pengeluaran operasional sekolah lainnya sesuai dengan juknis penggunaan BOS,” imbuhnya.

Selama belajar di rumah, siswa melakukan pembelajaran online atau pembelajaran daring. Dimana guru menggunakan berbagai aplikasi untuk menyampaikan materi pembelajaran seperti WhatsApp, youtube, google class room, Microsoft 365, Quiper school, Quizizz, Email, Zoom, Edmodo, Moodle, Instagram dan aplikasi lainnya. Di samping itu, siswa juga dapat belajar dari aplikasi yg disediakan oleh Kemdikbud seperti Rumah Belajar, Meja Kita, Icando, IdonesiaX, Googel for Education, Kelas Pintar, Ruang Guru dan lainnya.

“Banyak sekali aplikasi pendukung yang kami gunakan selama proses belajar di rumah. Oleh karenanya ketersediaan kuota internet menjadi hal yang wajib dimiliki siswa maupun guru. Karena masa sekarang ini tengah dalam situasi pandemi, oleh karenanya kami berusaha mengatur penggunaan BOS agar bisa mendukung program pembelajaran daring ini tanpa mengesampingkan kebutuhan yang lain,” pungkas Iqbal. (nov)