Nomenklatur Bakal Berubah, Komitmen Pelayanan Prima Menjadi Prioritas Utama

by

BATANG – Seiring pembahasan Raperda di DPRD yang akan merubah nomenklatur kelembagaan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Batang, hal itu dipastikan tidak akan merubah prioritas utama perusahaan itu dalam menjalankan komitmennya memberikan pelayanan prima pada masyarakat.

Direktur Utama PDAM Kabupaten Batang, Yulianto SH, secara khusus menyampaikan terima kasih dan apresiasi jajaran managemen PDAM kepada kepada Tim Pansus DPRD Batang beserta Tim Harmonisasi Perda Pemkab Batang yang telah menyelesaikan pembahasan Raperda Perumda Air Minum Kabupaten Batang. “Kami sampaikan terima kasih atas komitmen menyelesaikan seluruh tahapan pembuatan Raperda Perumda Air Minum ini secara baik,” ujar Yuli, saat ditemui di kantornya, Senin (15/6/2020).

Dia mengatakan, perubahan nomenklatur nantinya tidak akan merubah komitmen dan fokus PDAM dalam memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. “Sebab, tujuan dibentuknya Perumda Air Minum itu sendiri adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan pelayanan air minum bagi masyarakat,” .

Untuk diketahui, perubahan nomenklatur dari PD menjadi Perumda sendiri mendasarkan diri pada amanat UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Pada prinsipnya, Perumda Air Minum dituntut untuk meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). Akan tetapi saya sampaikan, walaupun Perumda Air Minum ada kewajiban untuk memperoleh keuntungan (laba), namun itu bukan menjadi target utama bagi kami. Sebab, kami lebih mengutamakan pada pelayanan sosial,” terang Yuli.

Ia mengatakan, perubahan mencolok dari nomenklatur itu ada pada pengembangan usaha. Perumda Air minum dapat menjalin kerja sama dengan pihak lain untuk mencukupi kebutuhan air minum.

“Perumda Air Minum dapat menjalin kerjasama dengan pihak lain, berupa pendayagunaan equitas dengan ketentuan kerjasamaa tersebut mendapat persetujuan dari Bupati dan kondisi perusahaanya sehat dibuktikan hasil audit keuangan 3 tahun terakhir dalam keadaan sehat. Selain itu, lebih memprioritaskan kerjasama dengan bidang usaha milik daerah atau Perumda lain dalam rangka mendukung kerjasama daerah,” katanya.

Dijelaskan Yuli, untuk saat ini pihaknya belum memiliki rencana pengembangan usaha apapun untuk menyambut perubahan nomenklatur. Perusahaan masih fokus pada peningkatan dan penambahan kapasitas air bersih agar kualitas, kuantitas, dan kontinuitas bisa tercapai. “Peningkatan kapasitas memang harus kita prioritaskan. Oleh karenanya, untuk sementara waktu investasi lain kita abaikan dulu,” tegasnya.

Ditambahkan Yuli, untuk memaksimalkan cakupan pelayanan air minum kepada masyarakat Kabupaten Batang, saat ini pihaknya masih membuka promo pemasangan sambunagn baru, dengan besaran subsidi 500 ribu persambungan baru, yang sisanya dapat dicicil.

“Masalah pemenuhan kebutuhan air minum sudah menjadi hak asasi bagi setiap masyarakat yang harus dipenuhi. Seperti diatur dalam Undang Undang Dasar 1945, bahwa setiap warga negara berhak hidup. Selain itu, juga diperkuat dengan pasal 33 ayat 3 yang menyebutkan bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” terangnya. (fel)