Dirut BPJAMSOSTEK : Pandemi Covid-19, Jumlah Klaim JHT Bisa Naik 4 Kali Lipat

by
UJI COBA – Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto saat melakukan uji coba perangkat layanan LAPAK ASIK offline yang disiapkan BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Pekalongan. M. AINUL ATHO

KOTA – Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto menyebut jumlah klaim program Jaminan Hari Tua (JHT) BPJAMSOSTEK diprediksi dapat meningkat sampai tiga hingga empat kali lipat dibandingkan kondisi normal karena adanya pandemi COVID-19. Prediksi itu didasarkan pada jumlah peserta BPJAMSOSTEK yang menonaktifkan kepesertaan hingga saat ini yang mencapai 5,4 juta peserta. Dari jumlah itu, baru ada 921.000 peserta yang mengajukan klaim JHT.

“Jumlah data peserta yang menonaktifkan kepesertaan per bulan Mei sudah mencapai 5,4 juta baik karena ter-PHK, mengundurkan diri atau karena pensiun. Dari jumlah itu baru 921.000 yang mengajukan klaim JHT. Artinya ke depan potensi pengajuan klaim akan meningkat bisa tiga atau empat kali lipat dari kondisi normal,” ungkap Agus Susanto yang ditemui saat meninjau pelayanan klaim JHT di BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Pekalongan, Senin (15/6/2020).

Dia mengatakan, dari jumlah peserta yang nonaktif itu tren jumlah klaim JHT baru meningkat pada bulan Mei dan Juni. Sehingga dalam bulan-bulan selanjutnya diprediksi akan lebih banyak jumlah pengajuan klaim JHT. “Januari masih naik, kemudian Februari konstan, Maret justru menurun mungkin karena ada PSBB dan April juga turun sedikit. Mei mulai ada kenaikan dan Juni ini juga bertambah naik lagi. Sehingga tren ke depan kelihatannya akan semakin naik lagi,” tambah Agus.

Berdasarkan data-data tersebut, Agus menyatakan perlu adanya peningkatan layanan kepada peserta dalam proses klaim JHT. BPJAMSOSTEK dikatakannya akan membuka seluruh kanal layanan melalui protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (LAPAK ASIK) baik layanan secara online, offline maupun kolektif.

“Kami harus mengimbangi potensi peningkatan jumlah klaim JHT tersebut melalui kesiapan pelayanan yang baik. Salah satunya membuka layanan LAPAK ASIK offline dengan sistem ‘one to many’. Yakni satu customer service dapat melayani empat hingga enam peserta sekaligus secara bersamaan. Dulu, pelayanan dilakukan per satu orang secara ‘face to face’ namun sekarang bisa sekaligus banyak orang,” jelasnya.

Meski dilakukan dengan sistem offline, namun dpelayanan tetap tidak mempertemukan petugas BPJAMSOSTEK dan peserta secara langsung. Kantor cabang BPJAMSOSTEK menyediakan bilik- bilik yang dilengkapi layar monitor yang terhubung dengan petugas secara video conference untuk kebutuhan komunikasi dan verifikasi data.

Selain itu, BPJAMSOSTEK juga memberikan kemudahan klaim bagi peserta melalui kanal Lapak Asik kolektif. Fasilitas ini ditujukan kepada perusahaan skala besar maupun menengah yang terpaksa melakukan PHK kepada minimal 30 persen tenaga kerjanya. Dengan adanya klaim kolektif ini pihak perusahaan dapat mengakomodir klaim seluruh karyawan yang ter-PHK dengan menunjuk satu orang perwakilan.

“Kedatangan kami hari ini untuk meninjau langsung kesiapan untuk mengantisipasi naiknya jumlah pengajuan JHT. Kami tadi meninjau kantor cabang mulai dari Cirebon, Tegal dan pekalongan. Secara umum sudah bagus sesuai dengan yang kami harapkan dan sesuai dengan arahan dari kantor pusat serta telah menerapkan protokol kesehatan sebagaimana ketentuan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” tandasnya.(nul)