Pelaku Penyelewengan Fidusia Dipidanakan

by

*Perdana di Wilayah Hukum Polres Batang

LAYANAN – Kantor FIFGROUP Cabang Batang yang membuka layanan pembiayaan.

BATANG – Pengadilan Negeri (PN) Batang melalui putusan No.48/Pid.B/2020/PN Batang menetapkan bersalah dan menjatuhkan sanksi hukuman pidana kurungan penjara terhadap nasabah FIFGROUP Cabang Batang berinisial MWH, warga Desa Rowobelang, Batang.

MWH dijatuhi hukuman atas tindak pidana penggelapan/memindah tangankan barang jaminan yang sudah terdaftar di akta fidusia tanpa seizin FIFGROUP Cabang Batang. MWH dijerat dengan Pasal 36 Undang–Undang Fidusia nomor 42 tahun 1999 tentang hak mengalihkan objek jaminan fidusia dengan penggugat FIFGROUP.

“Ini adalah pengkasusan pertama FIFGROUP dan juga penanganan perdana fidusia di wilayah hukum Polres Batang yang sampai putusan Pengadilan Negeri dan dinyatakan bersalah oleh Hakim,” ujar Kepala Cabang FIFGROUP Batang, K Utomo, Rabu (10/6/2020).

Ia yang didampingi Arif Nurdianto selaku Recovery Coordinator FIFGROUP menjelaskan, bahwa kasus itu bermula saat bulan April 2018 lalu. MWH mengajukan kredit satu unit sepeda motor jenis Vario 150 Chrome melalui salah satu dealer Honda di Batang.

“MWH membeli motor melalui kredit pembiayaan FIFGROUP Cabang Batang. Dalam pengajuan, MWH sudah memahami, menyetujui dan menandatangani akad perjanjian kredit. Saat itu MWH mengatakan, bahwa sepeda motor kredit tersebut akan dipergunakan sendiri dan keluarga,” katanya.

Dalam proses pembayaran angsuran pertama, MWH membayar tepat waktu. Lalu bulan kedua, MWH membayar terlambat 9 hari dan pada angsuran ketiga MWH mulai tidak membayarkan angsuran.

“Ya, mulai dari angsuran ketiga dan seterusnya MWH tidak membayarkan angsuran dengan tenor 35 bulan, sehingga petugas penagihan mendatangi rumah MWH dan ternyata unit sepeda motor sudah digadai atau dijual tanpa seizin pemberi fasilitas pembiayaan (lengek) dengan bukti surat over kredit tidak resmi, karena tanpa seizin pihak FIF GROUP,” terangnya.

Petugas juga berulang kali melakukan kunjungan ke rumah MWH, dan memberi surat teguran/somasi, namun hasilnya nihil. “Bahkan yang bersangkutan mengakui bahwa motor tersebut sudah dipindah tangankan tanpa sepengetahuan pihak kami,” ucapnya.

Akhirnya, setelah mendapati laporan tersebut, pihak FIFGROUP melakukan pelaporan ke Polres Batang dengan nomor LP/B/147/XI/2019 atas dugaan penggelapan sepeda motor kredit jaminan fidusia oleh nasabah.

“Setelah proses pelaporan tersebut, anggota Polres Batang melakukan pemanggilan terhadap MWH untuk dimintai keterangan. Namun MWH tidak pernah datang untuk memenuhi panggilan, sehingga anggota Polres Batang bertindak tegas dengan mendatangi MWH di tempat jualan untuk selanjutnya dibawa ke Polres Batang guna dimintai keteranganya,” paparnya.

Setelah semua keterangan saksi saksi dan terdakwa lengkap, dan berkas dilimpah ke Kejaksaan Negeri Batang, kemudian ke Pengadilan Negeri Batang, akhirnya Hakim menetapkan terdakwa bersalah dan harus masuk jeruji besi di Lapas Rowobelang Batang.

“Melalui kasus ini, kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati – hati. Jangan memindahtangankan maupun menggadaikan unit jaminan fidusia dengan alasan apapun tanpa memberitahukan dan meminta persetujuan resmi FIFGROUP,” pesannya.

Saat ini, pembeli/penadah unit sepeda motor juga masih menjalani proses persidangan. Yang bersangkutan diduga melanggar Pasal 480 KUHP tentang konspirasi jahat/penadah.

Dihubungi terpisah, Kasatreskrim Polres Batang, AKP Budi Santoso membenarkan telah mengangani kasus fidusia yang melibatkan nasabah FIFGROUP. “Ada dua orang, satu orang nasabah yang telah melakukan praktik penggadaian atas inisial MWH kini sudah dijatuhi hukuman penjara, dan satu orang lagi yang berperan sebagai penadah kini masih menjalani proses,” tandasnya. (adv)