Sekolah Dibuka Kembali, KBM Direncanakan Dilakukan Secara Bergantian

by
Petugas Penyemprotan Desinfektan Kelurahan Proyonanggan Selatan saat menyemprot area SMPN 3 Batang belum lama ini.

BATANG – Dinas Pendidikan Kabupaten Batang saat ini tengah ‘menggodok’ rencana pembukaan kembali sekolah di masa New Normal atau tatanan kehidupan baru. Namun hal tersebut dilakukan dengan kajian mendalam, mengingat menyangkut keselamatan anak didik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batang, Achmad Taufik mengatakan, tahun ajaran baru akan dimulai pada 13 Juli 2020 mendatang. Namun, dengan kondisi Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan tatap muka secara langsung masih dalam kajian secara mendalam.

“Untuk KBM di sekolah belum bisa dilakukan secara normal karena pandemi Covid-19, sehingga ada rencana akan dilakukan secara bergantian atau dibagi shift untuk satu kelasnya,” ungkap Achmad Taufik pada awak media.

Menurut Achmad Taufik, pemberlakukan shift bagi siswa ini bertujuan untuk menjaga jarak atau physical distancing saat berada di kelas. Selain itu, juga akan diberlakukan protokol kesehatan secara ketat, seperti yang ditentukan oleh pemerintah.

“Jika KBM kembali diadakan di sekolah, maka protokol kesehatan bagi siswa juga akan diperketat. Siswa diwajibkan menggunakan masker, cuci tangan sebelum masuk sekolah bahkan bisa dimungkinkan menggunakan face shield,” jelas Achmad Taufik.

Pihak Dinas Pendidikan juga mengungkapkan, bahwa di masa Pandemi seperti sekarang ini, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa dipergunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana sekolah guna mencegah penyebaran Covid-19. Termasuk untuk membeli hand sanitizer dan juga sarana cuci tangan.

“Pihak sekolah bisa menggunakan dana BOS untuk membeli hand sanitizer bagi siswa dan guru, penyediaan sarana cuci tangan serta masker. Sedangkan saat belajar di rumah, dana BOS bisa untuk membantu kuota bagi siswa yang melakukan KBM secara daring,” beber Achmad Taufik.

Namun Achmad Taufik menegaskan, bahwa penentuan KBM dilakukan di sekolah atau tetap secara daring, pihak Dinas Pendidikan masih menunggu surat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). (don)