Kasus Covid-19 Kini Bertambah 6 Orang

by

**Kasus Covid-19, Kini Bertambah 6 Orang

RAPID TEST – Dinkes lakukan rapid test para pedagang di Pasar Gladak Kaliwungu, Kendal.

KENDAL – Ini peringatan bagi masyarakat agar tetap mengikuti anjuran pemerintah. Karena, virus Covid-19 bukannya menurun malah trennya bertambah. Terbukti, saat ini di Kabupaten Kendal jumlah pasien virus Corona bertambah 6 orang. Mereka berasal dari klaster Pasar Mangkang dan Pasar Kobong Kota Semarang serta merupakan anak buah kapal (ABK) yang kembali dari Kanada.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay, Selasa (9/6/2020). Kata dia, dengan bertambahnya 6 kasus baru yang positif Covid-19, saat ini jumlah pasien positif di Kabupaten Kendal mencapai 17 orang. Meski demikian, dari mereka 10 di antaranya dinyatakan sembuh.

“Enam kasus terbaru meliputi empat pedagang di Pasar Mangkang, satu pedagang di Pasar Kobong Kota Semarang, dan satu Anak Buah Kapal (ABK) yang kembali dari Kanada,” katanya, Selasa (9/6), disela-sela rapid test di Pasar gladak Kaliwungu. Rapid test itu mengambil 50 sampel pedagang khususnya dari luar Kabupaten Kendal.

Diungkapkan, mereka 4 orang berasal dari klaster Pasar Mangkang itu adalah 3 diantaranya merupakan warga Kaliwungu dan 1 orang warga Brangsong. Sedangkan dari klaster pasar Kobong 1 orang.
“Adapun 1 orang merupakan ABK dari Kanada dan sempat dirawat di wisma atlet Jakarta,” ungkapnya.

Ferinando menyatakan, 6 pasien positif tersebut kini menjalani isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Kendal. Sebanyak 5 orang dari klaster Pasar Mangkang dan Pasar Kobong merupakan hasil kegiatan pengambilan sampel swab yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Semarang.

“Kemudian kami jemput dan isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Kendal,” ujarnya.

Penanggungjawab RSDC, dr Budi Mulyono mengatakan, sebanyak 41 pasien dirawat di RSDC-19. Yakni meliputi 6 pasien positif covid-19 dan sisanya reaktif corona. Dinkes bersama tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus mengadakan rapid test secara berkala.
“Hasil yang dinyatakan reaktif kita isolasi dan diambil uji swab,” tandasnya.

Terkait pelaksanaan rapid test di Pasar Gladak, Puji Lestari, pedagang asal Mijen Kota Semarang, mengaku berterimakasih rapid tets gratis bagi pedagang untuk mendeteksi covid-19 lebih dini. Ia pun mendukung apa yang sekiranya bisa dilakukan pemerintah dalam rangka mencegah penularan covid-19.

“Was-was juga dengan adanya kabar para pedagang di pasar Kota Semarang dinyatakan positif corona. Saya jualan di sini sejak 1993. Jualan pisang, kunir, serei dan lainnya,” ucapnya.

Pedagang lain, Layimah menyatakan tidak keberatan atas pelaksanaan rapid test yang dilakukan Pemkab Kendal kerpadanya. Dengan adanya rapid test dapat memberikan informasi perihal kesehatannya selama wabah corona.

“Bisa tahu apa kita terjangkit virus apa tidak. Sehingga tahu kesehatan sendiri. cuman mak senut saja tidak sakit,” timpalnya.
Sementara itu, petugas Pasar Gladak, Djuli Triyanto, mengatakan bersama tujuh petugas lain, pihaknya terus menjaga kebersihan pasar serta mengimbau agar menjalankan protokol kesehatan yang ada.
“Ada 30-an jumlah pedagang yang berasal dari luar daerah Kendal,” katanya. (lid)