DPRD Jateng Klaim Tidak Ada Data Ganda

by

*Terkait Penyaluran BST

SALURKAN – Secara simbolis, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, H Ahmad Ridwan, SE MM menyalurkan bantuan sembako kepada warga penerima manfaat di Kelurahan Proyonanggan Selatan.

BATANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah mengklaim tidak adanya data ganda pada proses penyaluran bantuan sosial tunai (BST) bagi masyarakat terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

“Jangan terprovokasi isu tersebut. Kami tegaskan, tidak ada yang namanya data ganda dalam penyaluran BST,” ujar anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, H Ahmad Ridwan, SE, MM, saat meninjau penyaluran BST Provinsi di Kelurahan Proyonanggan Selatan, Senin (8/6/2020).

Menurutnya, data masyarakat penerima manfaat BST dari kabupaten, provinsi maupun pusat tidak akan ganda, karena sudah melalui sistem (tekhnologi) yang benar dan akurat. Sehingga jika ada data ganda, maka akan ditolak oleh sistem tersebut.

“Data penerima manfaat ini by sistem, dan sudah terprogram. Jadi kalau ada data ganda pasti tidak akan masuk di sistem, pasti akan mental atau ditolak oleh sistem itu. Namun kalau tidak ganda, dan dia belum mendapatkan bantuan, pasti masuk. Intinya data ganda itu tidak ada,” terang politikus asal PDI Perjuangan itu.

Ia mengatakan, penyaluran BST dari kabupaten, provinsi maupun pusat kepada masyarakat penerima manfaat di Kabupaten Batang sudah hampir selesai, atau mencapai 90 persen.

“Saya lihat penyaluran BST di Kabupaten Batang sudah sesuai, dan bagus. Tingkat komunikasinya antar pihak desa, kecamatan, Dinas Sosial dan Bumdesnya yang menyelenggarakan sudah bagus. Saya hanya pesan, agar tetap dijaga protokol kesehatannys, pakai masker, cuci tangan, dan diusahakan jangan berdesak desakan,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang, Joko Tetuko ikut mengamini pernyataan anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah itu. Ia mengatakan, bahwa dalam penyaluran BST tidak terdapat data ganda.

“Kita ada Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Dinsos Jateng (SIKS-DJ), untuk menyinkronkan data penerima manfaat agar tepat sasaran, dan pastinya tidak ada data ganda,” tandas Joko usai mendampingi kunjungan kerja Ahmad Ridwan. (fel)