Benarkah Facebook Gunakan Goto dan Kendalikan Akun Penggunanya? Ini Faktanya

by
Facebook. (Antara)

Facebook, perusahaan jejaring sosial yang didirikan oleh Mark Zuckerberg, diterpa kabar tidak menyenangkan terkait kemanan data para penggunanya.

Perusahaan yang berganti nama dari Face Mash menjadi Facebook pada 2004 itu, dalam sebuah obrolan di grup aplikasi percakapan WhatsApp pada Senin (8/6), disebut akan menggunakan foto dan mengendalikan data di akun penggunanya.

Berikut potongan narasi yang termuat dalam kiriman di WhatsApp itu:

“PERINGATAN !
Jangan lupa besok mulai aturan Facebook baru di mana mereka dapat menggunakan foto Anda. Jangan lupa batas waktu hari ini!!! Ini dapat digunakan dalam kasus pengadilan dalam litigasi terhadap Anda. Semua yang pernah Anda posting menjadi publik mulai hari ini – bahkan pesan yang telah dihapus.
Untuk mengamankan foto dan data dari pemakaian Facebook, pemilik akun diharuskan menyalin dan mengirim ulang pernyataan yang ada di whatsapp tersebut pada lini masanya.
Dengan begitu, data milik pengguna tidak akan dikendalikan oleh perusahaan Facebook.”

Namun, benarkah Facebook berencana menggunakan foto dan mengendalikan akun penggunanya?



Tangkapan layar hoaks terkait data Facebook di salah satu akun Facebook. (Facebook)

Penjelasan:
Dari hasil penelusuran ANTARA, diketahui bahwa narasi yang dikirim lewat WhatsApp tersebut bukan merupakan narasi baru. Kabar yang memperingatkan pengguna Facebook akan ancaman pemakaian data pribadi itu ternyata telah beredar sejak 2019.

Facebook melalui kanal FBFact, meminta para penggunanya untuk tidak mempercayai informasi tersebut.

“Ketentuan kami sangat jelas: Anda memiliki semua konten dan informasi yang Anda kirimkan di Facebook, dan Anda dapat mengontrol bagaimana kiriman tersebut dibagikan melalui privasi dan pengaturan aplikasi. Seperti itu cara kerjanya, dan belum berubah,” demikian keterangan resmi Facebook.

“Anda juga dapat membaca Kebijakan Data untuk menemukan informasi apa yang kami kumpulkan dan cara kerja dan cara membagikannya. Kami ingin Anda mengetahui dan mengontrol pengalaman Anda di Facebook,” lanjut pernyataan itu.

Keterangan Facebook itu sekaligus menjelaskan bahwa narasi yang beredar tersebut merupakan informasi palsu atau hoaks.

Klaim: Facebook akan gunakan foto dan kendalikan akun penggunanya
Rating: Salah/Hoaks (antara)

Tangkapan layar klarifikasi Facebook terkait isu penggunaan data pribadi. (Facebook)