Terdampak Covid, 60 UMKM Minta Relaksasi Kredit

oleh -
PELANTIKAN – Subiyanto saat mendampingi Bupati Wihaji dalam pengangkatan Direktur BPR Bapera, baru-baru ini.

BATANG – Puluhan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Batang merasakan dampak pandemi virus corona jenis baru (Covid-19). Perekonomian mereka kini melemah.

Komisaris Utama Bank Perkreditan Rakyat (Bapera) Kabupaten Batang, Subiyanto mencatat, sedikitnya sudah ada 60 pelaku UMKM yang mengajukan relaksasi berupa potongan suku bunga dan jatuh tempo angsuran.

“Sudah ada 60 pelaku UMKM yang datang untuk mengajukan relaksasi. Para pelaku UMKM ini ada yang minta pengunduran angsuran kredit selama tiga bulan yaitu mulai April, Mei, dan Juni 2020,” ujar Subiyanto, belum lama ini.

Adapun, kata dia, untuk relaksasi keringanan potongan suku bunga mulai dari nilai kredit Rp 1 juta hingga Rp 10 juta akan mendapat keringanan sebesar 20 persen.

“Untuk relaksasi keringanan potongan suku bunga dengan nilai kredit di atas Rp10 juta hingga Rp100 juta, akan diberikan sebesar 10 persen,” katanya.

Subiyanto mengatakan bahwa sebenarnya kondisi ekonomi saat ini tidak terlalu jelek karena pemerintah telah menyalurkan bantuan sosial tunai sehingga hal itu berpengaruh sekali terhadap perekonomian.

Direktur Utama Bapera Kabupaten Batang, Aji Setiabudi mengatakan, bahwa pihaknya akan segera menyusun perencanaan bisnis, serta akan memetakan persoalan dan menyusun rencana pengembangan Bapera.

“Dari perencanaan bisnis, kami akan sampaikan target dan kinerja, serta percepatan capaian. Selain itu, saat ini kita pun tengah menyiapkan berbagai program. Termasuk program relaksasi kredit untuk nasabah yang terdampak Covid-19,” ungkap Aji Setiabudi usai dilantik oleh Bupati Batang Wihaji menjabat Direktur Bank Bapera Batang. (fel)