Bangkai Heli MI 17 Jatuh Dievakuasi

by

*Ke Pusdiklat Penerbat Semarang

JATUH – Helikopter TNI AD jenis MI 17 jatuh di lokasi proyek Kawasan Industri Kendal.

KENDAL – Bangkai Helikopter TNI AD jenis MI 17 yang jatuh di lokasi proyek Kawasan Industri Kendal, dievakuasi, Sabtu (6/6) malam. Menggunakan armada lima truk, potongan bangkai heli dibawa ke Pusdiklat Penerbat Semarang. Hujan deras membuat evakuasi membutuhkan waktu lama. Pemotongan bangkai pesawat itu dilakukan menunggu hujan reda.

Pantauan, bangkai helikopter milik TNI AD jenis MI 17 tampak dievakuasi. Setelah dilakukan olah TKP dari inafis Polres Kendal dan Labfor Semarang. Bangkai helikopter langsung dipotong-potong untuk mempermudah pengangkutanya.

Satu persatu serpihan bangkai heli langsung dimasukkan ke dalam truk. Sedangkan untuk baling-baling dan bahan heli dipotong-potong untuk mempermudah pengakutan bankai. Selanjutnya potongan-potongan bangkai heli dibawa ke Pusdiklat Penerbat Semarang.

Tidak ada yang bisa memberi keterangan secara resmi terkait penyebab jatuhnya helikopter tersebut saat pelaksanaan evakuasi. Ssaat ini jatuhnya pesawat tersebut masih dalam peyelidikan tim Labfor Polda Jateng. Evakuasi bangkai pesawat heli itu selesai sekitar pukul 12.00 malam. Meski hujan deras namun tak menyurutkan semangat anggota TNI AD dalam melakukan evakuasi bangkai heli tersebut.

Diberitakan, empat penumpang heli MI 17 yang jatuh di Kawasan Industri Kendal (KIK) di Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu, meninggal dunia. Peristiwa heli jatuh terjadi Sabtu (6/6) sekitar pukul 14.23 membawa sembilan penumpang. Tiga korban meninggal dunia di lokasi dan satu meninggal saat perjalanan ke rumah sakit.

Informasi di lapangan heli yang jatuh sekitar pukul 14.23 itu membawa sembilan penumpang. Enam orang diantaranya berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit. Sementara tiga orang meninggal dunia.

“Sepertinya ada tiga yang meninggal dunia di lokasi. Hal itu berdasar hasil evakuasi setelah helikopter berhasil dipadamkan,” kata Faiz warga yang ada di lokasi kejadian.

Salah satu saksi mata, Sarwono pengawas lapangan di Kawasan Industri Kendal (KIK) mengaku melihat detik-detik jatuhnya heli MI 17 yang dikabarkan menewaskan empat orang tersebut. Menurut dia, heli terlihat dari arah barat dengan terbang rendah. Beberapa meter sebelum lokasi jatuhnya heli itu, heli terbang rendah.

“Heli terlihat terbang rendah. Di atas atap pabrik. Tidak berapa lama oleng ke kanan seperti hendak mendarat,” katanya.

Dikatakan, saat diudara heli tidak terbakar. Namun, setelah jatuh ke tanah baru keluar asap tebal dan diikuti api. “Saat diudara belum terbakar. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Tidak berapa lama datang mobil pemadam bersama petugas,” ucap dia.

Proses evakuasi mendapat pengamanan ketat dari anggota TNI dan Polri. Di sekitar lokasi juga dipasang garis polisi agar masyarakat tidak mendekat.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Nefra Firdaus dalam siaran persnya, mengatakan, helikopter dengan nomor registrasi HA 5141 tersebut, sedang melaksanakan misi latihan terbang di Pusat Pendidikan Penerbang AD Semarang sebagai bagian program pendidikan calon perwira penerbang. “Helikopter dinyatakan dalam kondisi baik sebelum terbang,” katanya.

Lanjut Neftra, begitu juga saat dilaksanakan pre-flight check tidak ditemukan hal-hal menonjol. Selain itu, misi latihan terbang endurance pertama (sebelum misi ke-2) juga berjalan dengan aman. “Sekitar Sabtu pukul jam 12.35 helikopter melaksanakan misi latihan terbang endurance kedua dengan materi terbang tactical manuver,” terangnya. (lid)