Dinkes Rapid Test Pedagang dan Pembeli Pasar Pagi Kaliwungu

by

*Dari 50 Sampel Darah, 15 Reaktif Virus

RAPID TEST – Pasar merupakan tempat rentan penyebaran Covid 19, Dinkes lakukan rapid tes pedagang dan pembeli di Pasar Pagi Kaliwungu.

KALIWUNGU – Untuk mencegah penyebaran virus covid 19, Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal melakukan rapid tes di pasar tradisional di Kendal. Hal itu karena pasar menjadi wilayah yang rentan terhadap penyebaran virus korona. Rapit tes seperti dilakukan di Pasar Pagi Kaliwungu, Kamis (4/6) pagi, dengan menyasar pedagang dan pembeli yang mempunyai riwayat kontak dengan pedagang dari daerah lain khususnya yang menjadi zona merah penyebaran virus korona. Ada 50 sampel darah yang diambil petugas kesehatan untuk diperiksa mengantisipasi penyebaran virus covid 19.

Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, memilih pasar tradisional sebagai sasaran pemeriksaan karena pasar merupakan wilayah yang rentan dan rawan penyebaran virus covid 19. Dari 50 sampel darah yang diambil petugas, 15 reaktif terhadap virus yang kemudian akan dilakukan tes swab atau usap tenggorokan. Selain pasar-pasar besar pihaknya juga akan melakukan rapid test terhadaap pedagang dan pembeli yang ada di pasar tradisonal kecil.
“Bertemunya banyak orang dari berbagai wilayah dan kurang kesadaran masyarakat menerapkan fisical distancing membuat pasar rentan penyebaran virus,” katanya.

Ferinando mengungkapkan, dari rapid tes di sejumlah pasar tradisional dan tempat keramaian, hampir 25 persen sampel darah yang diambil reaktif terhadap virus. Sehingga pengawasan dan pemantauan di pasar tradisional terus dilakukan untuk mencegah penularan virus lebih banyak lagi. Kasus korona di Kabupaten Kendal sepekan terakhir ini datar dan cenderung tidak ada peningkatan.

“Penyebaran covid di Kendal sampai kini (kemarin, red) masih datar dan cenderung tidak ada peningkatan. Namun datarnya kasus korona ini apakah karena memang warga sudah sadar atau memang belum ditemukan kasus positif korona,” ungkapnya.

Rapid tes di sejumlah pasar tradisional yang dilakukan sebelumnya dengan sampel darah mencapai 300 orang, ditemukan 65 sampel darah yang reaktif. Dinas Kesehatan sudah melakukan penanganan dengan isolasi dan pemeriksaan swab dan seluruhnya hasilnya negatif. (lid)