1.962 Rumah Terendam Rob

by

*Tersebar di 11 Desa di 3 Kecamatan
*Ketinggian Air 20 Cm – 1 Meter

TERGENANG ROB – Belasan desa di pesisir Kabupaten Pekalongan tergenang rob, sehingga aktivitas warga terganggu.

TIRTO – Sebanyak 1.962 rumah yang tersebar di 11 desa di wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan terdampak banjir rob. Genangan banjir rob bervariasi antara 20 cm hingga 1 meter. Demikian disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Budi R Raharjo dikonfirmasi Radar, Kamis (4/6/2020).

Diterangkan, banjir rob melanda sejumlah desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tirto, Wonokerto, dan Kecamatan Siwalan. Disebutkan, di Kecamatan Siwalan banjir rob melanda Desa Boyoteluk dengan jumlah rumah terdampak 180 rumah (200 kepala keluarga), dan Desa Depok dengan 300 rumah terdampak yang dihuni 400 KK.

Sementara itu, di Kecamatan Wonokerto, kata dia, rob menggenangi 62 rumah di Desa Semut, dengan jumlah warga 70 KK, 175 rumah di Desa Wonokerto Kulon (200 KK), dan 160 rumah di Desa Pecakaran (195 KK).
Rob juga melanda enam desa di Kecamatan Tirto. Yakni, Desa Jeruksari dengan 180 rumah terdampak (200 KK), Desa Mulyorejo dengan 210 rumah terdampak (337 KK), dan Desa Tegaldowo dengan jumlah rumah terdampak 300 unit (375 KK).

Selanjutnya, sebut dia, di Desa Karangjompo dengan 288 rumah (395 KK), 62 rumah di Desa Pacar (126 KK), dan 45 rumah di Desa Samborejo (55 KK). “Jumlah total terdampak ada 1.962 rumah dan 2.553 KK,” terang dia.

Menurutnya, ketinggian banjir rob bervariasi antara 20 cm hingga 1 meter. Pihaknya telah mengevakuasi 14 warga Dukuh Simonet, Desa Semut, karena banjir rob akibat air pasang di pedukuhan ini cukup tinggi. “Warga Dukuh Simonet diungsikan ke gedung TPS Desa Semut.

Jumlah pengungsi dinamis dengan melihat kondisi yang ada,” kata dia. Menurutnya, pemkab telah melakukan berbagai upaya, di antaranya memberikan bantuan logistik untuk masyarakat dan membuka dapur umum desa, serta melakukan penanganan darurat untuk tanggul yang meluap bersama masyarakat dan aparat terkait. (had)