Radar Pendidikan

Bupati Batang Launching Gerakan Penguatan Budi Pekerti

Bupati Launching Gerakan Penguatan Budi Pekerti

RESMIKAN – Bupati Batang melaunching Gerakan Penguatan Budi Pekerti di lingkungan Disdikbud Batang, Kamis (4/1).
NOVIA ROCHMAWATI / RADAR PEKALONGAN

BATANG – Disdikbud meresmikan Gerakan Penguatan Budi Pekerti, Kamis (4/1) di Pendopo Pemkab Batang. Bupati Batang, Wihaji yang meresmikan gerakan ini berharap, gerakan ini dapat menjadi momentum awal penguatan kembali karakter generasi muda Batang. Dan tentunya tak hanya anak sebagai sasaranya, dalam ini masyarakat, guru dan orang tua juga harus menjadi contoh penanaman karakter tersebut.

“Seperti yang saya sampaikan, saya harap ini tidak hanya sekadar launching saja. Tetapi lebih dari itu ada program apa selanjutnya untuk menguatkan budi pekerti ini. Dan anak itu jangan hanya dijadikan objek saja. Tapi di sini perlu adanya dukungan dari orang tua dan guru yang harus menjadi contoh bagaimana karakter yang baik itu diterapkan,” terang Wihaji.

Orang nomor satu Batang ini juga berencana untuk mengunjungi SMP dan sekolah lainnya di Batang. Selain untuk sharing pengalaman dan menyampaikan materi, ia juga ingin mengevaluasi sejauh mana gerakan ini diterapkan.

“Ke depan saya juga berencana untuk mengunjungi SMP, rencananya 70 SMP bakal saya kunjungi dan nanti beberapa SD. Selain saya akan mengajar saya juga akan mengevaluasi sejauh mana gerakan ini diterapkan oleh sekolah-sekolah,” tandasnya.

Kepala Disdikbud Batang, Rakhmad Nurul Fadilah menerangkan, pihaknya akan senantiasa melakukan evaluasi terhadap pencanangan gerakan ini. Meski menurutnya, keberhasilan gerakan ini tidak bisa terlihat dalam tempo dekat. Melainkan butuh proses agar gerakan ini dapat mengakar dan menjadi budaya, dan karakter masyarakat Batang.

Ke depan pihaknya juga bakal menyesuaikan kurikulum yang digunakan agar lebih mendukung gerakan penguatan budi pekerti ini. Khususnya dalam ranah muatan lokal (mulok). Pihaknya juga berharap masyarakat dapat turut serta untuk mendukung kesuksesan gerakan ini.

“Kami harap dengan ini masyarakat juga tidak langsung dapat berperan. Baik orang tua atau guru untuk memberikan contoh yang benar bagaimana budi pekerti itu diterapkan. Sehingga dampak gerakan ini dapat lebih cepat dirasakan, meski masih butuh proses panjang untuk mengetahui hasil dari gerakan ini,” tandasnya. (nov)

Penulis: Novia Rochmawati | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments