Warga Mulai Keluhkan Penyakit

by

**Sudah Sebulan Rob Genangi Karangjompo

MASUK RUMAH – Banjir rob di Dukuh Dampyak, Desa Karangjompo,
Kecamatan Tirto, masuk ke dalam rumah.

TIRTO – Warga Dukuh Dampyak, Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, sudah satu bulan berjibaku dengan banjir rob. Ketinggian banjir rob di dalam rumah di Dukuh Dampyak di desa ini berkisar antara 15 cm hingga 30 cm.

Warga pun mulai mengeluhkan munculnya penyakit, seperti flu, batuk, dan gatal-gatal. Namun di tengah pandemi Covid-19, sebagian korban rob takut memeriksakan diri ke Puskesmas karena khawatir dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Banjir rob berlangsung kurang lebih 1 bulan ini, namun yang paling parah empat hari ini,” terang warga desa setempat, Sigit, Rabu (3/6/2020).

Dikatakan, banjir rob di Desa Karangjompo terjadi di Dukuh Dampyak dan Pulosari. Menurutnya, banyak rumah di pedukuhan tersebut yang air rob sudah masuk ke dalam rumah. “Kedalaman air di dalam rumah antara 15 cm hingga 30 cm. Airnya betah. Keluarnya susah. Saya menunggu berhari-hari, airnya ndak surut surut,” tutur dia.

Menurutnya, puncak ketinggian air rob biasanya sehabis salat Isa. Dikatakan, rob masuk ke wilayah pemukiman dari Sungai Meduri akibat parapet rusak. “Warga belum ada yang mengungsi. Untuk beraktivitas sehari-hari susah seperti masak sulit, MCK sulit, bahkan buang air besar saja susah,” kata dia.

Selain menggenangi rumah, sejumlah akses jalan di desa itu juga tergenang air. Salah satunya akses ke SDN Karangjompo. Ketinggian air mencapai sekitar 15 cm. “Untungnya anak-anak tidak ke sekolah karena pandemi. Di saat kita harus banyak di rumah karena wabah corona, kondisi di rumah sangat tidak nyaman. Kita hanya bisa tangkring di dipan,” ujarnya.

Disinggung soal air bersih, ia mengatakan untuk air bersih ada bantuan dari PT Dupantex. Ia berharap, pemerintah bisa segera mengatasi persoalan banjir rob di desanya tersebut.

Ditambahkan, akibat lama tergenang banjir rob, warga mulai mengeluhkan penyakit seperti flu dan batuk. “Saya punya cucu juga kena flu dan batuk tapi di saat wabah corona seperti saat ini kita takut untuk periksa ke Puskesmas,” imbuh dia. (had)