Belajar di Rumah Diperpanjang

by

*Guru Dituntut Harus Lebih kreatif

PEMBELAJARAN – Salah satu pembelajaran menyenangkan
dengan metode daring yaitu berbagi secara langsung.

KOTA – Kegiatan belajar mengajar di tanah air berubah kala virus corona masuk ke Indonesia. Pemangku kebijakan negeri ini memutuskan kegiatan tersebut dilakukan di rumah secara online atau dengan model dalam jaringan (daring). Ini menuju bulan ke tiga pembelajaran dilaksanakan secara daring, tentu kreativitas para guru ditekankan agar para anak nyaman belajar. Meskipun daring, pembelajaran anak usia dini harus mengedepankan enam aspek perkembangan anak usia dini yakni Nilai agama dan moral, Fisik-Motorik, Kognitif, Bahasa, Sosial-Emosional, dan Seni.

Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Kurikulum dan Kelembagaan PAUD Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Sherly Imanda Hidayah, SPsi, Senin (1/6/2020). “Untuk KBM masih online, guru-guru melaksanakan pembelajaran rutin dengan kreasinya masing-masing namun tetap mengacu pada kurtilas. Aspek motorik misalnya anak diminta senam atau melakukan gerakan, tidak ada kegiatan baca, tulis, dan hitung. Pembelajaran dibuat seringan mungkin,” terang Sherly.

Kegiatan lain yang dilakukan untuk aspek kognitifnya seperti belajar hadist, menyanyi, tepuk tangan, dan membantu orang tua dalam kegiatan sehari-hari. Hasilnya berupa foto dan video.
“Harapannya tugas yang diberikan tidak memberatkan anak tetapi sesuai tahapan perkembangan anak, pokoknya pembelajaran dibuat menyenangkan,” kata sherly.

Menurut Sherly, situasi ini tentu membuat waktu anak bersama orang tuanya lebih banyak sehingga komunikasi anak dan orang tua semakin meningkat. Tentu orang tua juga harus memberikan pembelajaran yang sesuai dengan usia anak. “Para orang tua dalam menyikapi kondisi ini juga harus memberikan pengertian kepada anak bahwa sekolah tidak libur tetapi anak belajar di rumah. Pemahaman inilah yang harus sejak awal dimiliki oleh orang tua, kenapa harus di rumah dan kalau di luar rumah apa dampaknya,” papar Sherly.

Orang tua harus pintar-pintar membangkitkan semangat anak agar tak bosan dengan diajak belajar bersama kakak dan orang tuanya. Ini dapat dimanfaatkan untuk menjalin kedekatan.

Terkait pendidikan di tingkat dasar dan menengah sebagai psikolog Sherly menyampaikan bahwa kondisi wabah Covid-19 ini sekolah tak boleh memberatkan orang tua dan anak seperti harus mengambil tugas di sekolah. “Ini sudah melalui daring, tidak boleh pula memberikan tugas seperti mengetik yang harus menggunakan IT sehingga para siswa ke warnet padahal sedang sosial dintancing. Tugas dari guru juga tak boleh memberatkan dan menjadi beban psikologis. Jangan sampai beban psikologis mempengaruhi imun dan kesehatan anak,” pungkas Sherly. (mal)