Kehidupan Sosial Perlu Dipulihkan Pasca Pandemi Covid-19

by
SILATURAHMI: Habib Luthfi menggelar silaturahmi dengan umaro, ulama, TNI, Polri, dan tokoh masyarakat di Kota Santri.

KAJEN – Dalam rangka suasana Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, Maulana Habib Luthfi bin Yahya menggelar silaturahmi ulama, umaro, TNI, Polri, dan tokoh masyarakat di Kota Santri. Silaturahmi dilakukan di sejumlah tempat seperti Polsek, Koramil, hingga Ponpes. Salah satunya di Ponpes Mambaul Huda di Desa Pajomblangan, Kedungwuni, kemarin.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi yang hadir bersama jajarannya dalam sambutannya, mengatakan, Pemkab Pekalongan bekerja sama dengan TNI/Polri dalam upaya mengatasi musibah Covid-19 secara kuantitas bisa dikatakan berhasil karena tidak terjadi konflik.

“Kesempatan ini kita silaturahmi mengikuti saran para habib agar dimulai bagaimana kehidupan sosial pelan-pelan dipulihkan, sambil mengikuti perkembangan dari pemerintah. Jangan sampai adanya wabah Covid-19 ini masyarakat down, panik, tidak melakukan aktivitas apa-apa. Ini bisa rugi. Beliau sebagai tokoh dunia, punya inisiasi yang luar biasa menjalin hubungan umaro dan ulama dimulaidari kabupaten-kabupaten. Mudah-mudahan menjadi energi positif untuk recoveri sosial ini,” ujar Bupati.

Bupati juga menambahkan, di Kabupaten Pekalongan sudah dilakukan rapid tes massal di 6 pasar, hasilnya 5 yang reaktif. Mudah-mudahan ini menjadi bekal kita untuk terus ikhtiar,” kata dia.

Sementara itu, Maulana Habib Luthfi dalam sambutannya menerangkan pentingnya perkembangan ekonomi. “Bagaimana ekonomi berkembang kembali dengan baik. Karena dengan perkembangan ekonomi yang baik akan mengurangi perbuatan yang negatif. Siraman-siraman rohaniyah diperlukan oleh publik,” tutur Habib Luthfi.

“Dengan barokah tali silaturahmi saya yakin akan menepis semua hal yang tidak kita inginkan. Pada siang ini kita memberikan percontohan silaturahmi antara umaro, ulama, TNI Polri, dan tokoh masyarakat sehingga bisa berkesinambungan menjadi suri tauladan untuk kita semua menghilangkan rasa kekhawatiran dan ketakutan. Itu yang penting sekali. Sebab bila masyarakat timbul ketakutan berlebihan, coronanya sudah pergi, ketakutan masih ada, ini lebih berbahaya ke depannya. Bisa memicu perpecahan umat,” lanjut dia.

Untuk itu, menurut Habib Luthfi sudah kewajiban bersama bagaimana sebelum terjadi dan itu tidak diharapkan. “Ayo bareng-bareng kita tangkal supaya terhindar dari segala penyakit, bukan corona saja, melainkan semua penyakit,” ajak Habib. (had)