OJK Segera Proses Rights Issue Bank Bukopin

by

JAKARTA – KB Kookmin Bank akan menambah modal PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) melalui Penawaran Umum Terbatas V (PUT V) atau rights issue yang rencananya dilaksanakan pada akhir semester I Tahun 2020. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan akan segera memproses aksi korporasi ini.

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan OJK sudah menerima informasi dari Bank Bukopin yang telah mencapai kesepakatan dengan calon investor yaitu Kookmin Korea Bank untuk menjadi pemegang saham pengendali Bank Bukopin.

Sebab itu, pihaknya akan segera memproses penyesuaian kepemilikan Bank Bukopin sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundangan-undangan .

“OJK mendukung rencana tersebut dan akan segera memproses penyesuaian kepemilikan Bank Bukopin sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundangan-undangan,” kata Anto baru-baru ini.

Dia menjelaskan bahwa penguatan aspek permodalan dan likuiditas oleh pemegang saham dan atau investor diperlukan agar Bank Bukopin dapat meningkatkan kesehatan bank dan menjaga kestabilan sistem keuangan.

Bank Bukopin kini dalam proses menyelesaikan rencananya untuk melakukan PUT V yang sebelumnya telah disetujui oleh para pemegang saham Bank Bukopin pada Rapat Umum Pemegang Saham Oktober 2019.

Dalam siaran pers, Bank Bukopin tengah mendiskusikan detail terkait dengan implementasi PUT V atau rights issue (penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu/HMETD)) dengan pemegang saham utama, termasuk Bosowa Corporindo dan KB Kookmin Bank. Dari aksi korporasi ini, Bank Bukopin berharap dapat memperkuat struktur permodalannya untuk dapat menghadapi tantangan dan rencana bisnis ke depan.

Kookmin Bank saat ini merupakan pemegang saham terbesar kedua Bank Bukopin dengan 22% kepemilikan saham. KB, yang merupakan bagian dari grup keuangan terbesar KB Financial Group yang berbasis di Korea Selatan, sebelumnya telah berpartisipasi sebagai pembeli siaga PUT IV Bank Bukopin pada 2018.

Kookmin Bank telah menyatakan bahwa pihaknya terus mendukung pengembangan bisnis Bank Bukopin dan perbaikan kinerja ke depan.

Peningkatan modal dari PUT V diharapkan dapat membantu mengembangkan bisnis Bank Bukopin yang fokus pada segmen ritel, yaitu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan segmen konsumer, yang didukung oleh perkembangan perbankan digital ke depan.

Pada Desember 2019, di antara 21 bank dengan aset terbesar, Bank Bukopin menempati posisi teratas dalam menyalurkan kredit UMKM dengan komposisi 57,4% dari total pinjaman diberikan. Dua bank di bagian bawah daftar memiliki porsi pinjaman UMKM sebesar 48,4% dan 24,9% dari total pinjaman.

Pada laporan keuangan audit posisi Desember 2019 dan posisi Maret 2020, Bank Bukopin mengonfirmasi Rasio Kecukupan Modal Minimum (CAR) telah memenuhi persyaratan peraturan sesuai dengan profil risiko, sehingga dengan suntikan modal setelah penyelesaian PUT V akan terjadi peningkatan rasio permodalan.

Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo mengatakan, proses rights issue saat ini telah memasuki proses penelaahan dokumen tahap akhir di regulator sehingga tinggal menunggu pernyataan efektif dari OJK.

Dari aksi korporasi ini, perseroan berharap akan memperkuat struktur permodalan untuk bisa menghadapi tantangan dan rencana bisnis ke depan.

“Aksi korporasi ini ditujukan untuk meningkatkan modal inti Perseroan sehingga penguatan modal tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis, terutama di sektor penyaluran kredit serta penguatan struktur keuangan,” ujar Direktur Utama Bukopin Eko Rachmansyah Gindo, dalam keterangannya, Selasa (12/5/2020).

Sebelumnya diberitakan, Bukopin akan mengelar rights issue dengan melepas 4,66 miliar saham baru. Seorang sumber yang mengetahui rencana ini mengatakan harga eksekusi rights issue dalam PUT V di kisaran Rp 250 sampai Rp 350. Dengan kisaran harga tersebut, maka Bukopin berpeluang meraih tambahan modal sekitar Rp 1,16 triliun sampai Rp 1,63 triliun.(*)