Ratusan Meter Tanggul Sungai Terkikis

by
Tanggul Terkikis
TERKIKIS - Tanggul di sepanjang Sungai Meduri sampai Sungai Bremi Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, terkikis akibat abrasi laut. MUHAMMAD HADIYAN
Tanggul Terkikis
TERKIKIS – Tanggul di sepanjang Sungai Meduri sampai Sungai Bremi Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, terkikis akibat abrasi laut.
MUHAMMAD HADIYAN

Akses Ekonomi Terganggu, Ancaman Rob Makin Besar

Ratusan meter jalur tanggul di sepanjang Sungai Meduri sampai Sungai Bremi Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, terkikis akibat abrasi laut. Hal ini membuat tanggul tersebut tidak bisa dilalui kendaraan. Padahal, jalur tersebut merupakan akses ekonomi bagi masyarakat setempat.

Kepala Desa Jeruksari, Kuswanto mengatakan, tanggul tersebut sudah mulai terkikis sejak terjadinya gelombang besar pada 1 Desember lalu. “Akibat gelombang laut, tanggul jadi rusak dan terkikis,” ujar Kuswanto, kemarin.

Ia berharap, pemerintah dapat segera melakukan perbaikan jalan tersebut. Pasalnya, apabila tidak diperbaiki segera, maka pengikisan akan semakin meluas. Tanggul yang berada di area Pintu Air Setunggaknongko ini akan memperparah rob apabila air laut naik.

“Kalau rob terjadi, air akan semakin cepat sampai ke permukiman akibat terkikisnya tanggul tersebut,” ujar Kuswanto.

Di sisi lain, lanjut dia, akses tanggul tersebut merupakan akses ekonomi bagi warga setempat. Tidak hanya akses penghubung ke Kabupaten dengan Kota Pekalongan, namun juga jalur menuju pantai, serta akses bagi ekonomi pertambakan.

“Hasil tambak maupun aktivitas pertambakan dilakukan melalui akses tersebut. Kalau aksesnya rusak, perekonomian warga dapat terganggu,” ungkapnya.

Sebelumnya, dikatakan, jalur tersebut dapat dilalui kendaraan roda empat. Namun sekarang, hanya bisa untuk jalan kaki. Selain tanggul di Pintu Air Setunggaknongko, kerusakan tanggul juga terjadi di wilayah RW 7 Desa Jeruksari, Tirto.

“Kalau disini, sangat berpengaruh pula dengan dampak rob,” kata dia.

Dituturkan Kuswanto, saat ini rob mulai turun. Namun, pihaknya dan warga khawatir apabila terjadi rob dengan kondisi tanggul yang terkikis cukup luas itu. Terlebih fenomena supermoon yang dikabarkan akan terjadi pada bulan ini.

“Ditambah lagi sekarang masih musim angin barat mas. Biasanya air laut naik, dan gampang rob,” tandasnya.

Sementara, sampai saat ini status tanggap darurat bencana banjir di wilayah Kecamatan Tirto masih berlangsung. Pemerintah Kabupaten Pekalongan menetapkan status tersebut selama 62 hari. Terhitung sejak 1 Desember 2017 hingga 31 Januari 2018 untuk wilayah pesisir di Kota Santri tersebut. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito