Home Radar Batang Sukses Membutikan Prestasi, Kini Kualitas Kepemimpinan Diuji Pandemi

Sukses Membutikan Prestasi, Kini Kualitas Kepemimpinan Diuji Pandemi

by Admin 3

**Menyongsong Tiga Tahun Kepemimpinan Wihaji-Suyono di Kabupaten Batang

KOMPAK – Di tengah masa sulit karena pandemi Covid-19, Bupati Wihaji dan Wabup Suyono terus meunjukkan soliditasnya sebagai pimpinan daerah dengan rutin turun bareng meninjau kondisi warganya.

TANGGAL 22 Mei 2020 lusa, Wihaji-Suyono genap menuntaskan tahun ketiga kepemimpinannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Batang. Selama setahun ke belakang, keduanya masih konsisten menjadikan Kabupaten Batang sebagai daerah yang sarat prestasi, baik tingkat regional maupun nasional. Tetapi di penghujung tahun ketiganya ini, kualitas kedua pimpinan daerah ini diuji dengan situasi sulit, yakni pandemi Covid-19 yang praktis mendampak seluruh sektor pemerintahan.

Soal kinerja dan prestasi, kepemimpinan Wihaji-Suyono terbilang cukup mampu membuktikannya sejak tahun pertama. Khusus tahun ketiga ini, sejumlah penghargaan menyangkut kinerja pemerintahan juga sukses disabet Kabupaten Batang.

Salah satu yang paling prestisius adalah kemampuan Bupati Wihaji dan Wabup Suyono menyajikan kinerja keuangan daerah yang transparan dan akuntabel. Sebagai buktinya, di tahun 2019, Pemkab Batang mencatatkan capaian hattrick opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI terkait Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

Akhir tahun 2019 lalu, Pemkab Batang bahka dinobatkan sebagai yang terbaik di Jateng atau peringkat pertama kategori Keterbukaan Informatif Publik di Jawa Tengah dengan skor 93.14. Sementara di tingkat nasional, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) juga menjadi kedua terbaik nasional untuk kategori kabupaten.

Di tahun ketiga ini pula, Wihaji-Suyono berhasil mencatatkan sejarah dengan ditetapkannya Kabupaten Batang sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Kementrian P3A di 2019.

Beberapa penghargaan bergengsi lainnya, antara lain dari Water.org, di mana PDAM Batang menjadi satu dari empat PDAM di Jateng yang masuk kategori terbaik di tingkat nasional dalam hal program water connection. Lalu penghargaan Pastika Parama dari Kemenkes RI atas keberhasilan Pemkab Batang melaksanakan aturan tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Namun, berbagai penghargaan tersebut tak lantas membuat Wihaji-Suyono silau. Justru, penghargaan menurut Wihaji adalah pemantik untuk menjaga ritme kerja birokrasi Pemkab Batang yang melayani masyarakat.

Termasuk dalam prestasi kerja tersebut, yakni di bidang investasi, di mana Kabupaten Batang terus menunjukkan reputasinya sebagai daerah prospektif di Jawa Tengah. Bahkan yang terbaru, nilai investasi di Batang tercatat sebagai yang tertinggi di Jateng. Data tersebut jelas berbanding lurus dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang semakin terbuka untuk masyarakat Kabupaten Batang.

DIUJI PANDEMI
Setelah cukup teruji melalui bukti kinerja dan prestasi, kini kualitas kepemimpinan Wihaji-Suyono benar-benar diuji dengan situasi sulit, yakni pandemi Covid-19. Kualitas dimaksud, mencakup baik visi, kemampuan menggerakkan birokrasi dan masyarakat, sikap tanggap, hingga soliditas pemimpin daerah dalam menghadapi wabah global ini.

Terlepas dari kekurangannya, nyatanya Wihaji-Suyono mampu menjawab tantangan krisis corona ini dengan cukup baik. Meski praktis hampir semua sektor terimbas pandemi, tetapi kepemimpinan keduanya dalam menanggulangi Covid-19 relatif paling menonjol, bahkan dari daerah-daerah sekitarnya. Hebatnya lagi, soliditas keduanya juga didukung penuh kekompakan jajaran Forkompinda yang bahu membahu menanggulangi corona.

Sejak awal, Pemkab Batang memilih tanggap dan sigap menyikapi pandemi. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 langsung dibentuk dan disusul rakor maraton yang membuahkan banyak keputusan aksi pencegahan penularan hingga penanggulangan dampak.

Beberapa langkah sigap itu, antara lain menjadikan RSUD Batang, dan disusul RSUD Limpung dan RS QIM untuk rumah sakit rujukan Covid-19 level dua. Saat gelombang pemudik meningkat, Gugus Tugas juga langsung mengalihfungsikan Gedung Pramuka menjadi vila karantina, disusul sejumlah desa yang menyediakan fasilitas yang sama.

Pemkab Batang juga menyiapkan anggaran miliaran rupiah untuk penanganan Covid-19. Dananya diambilkan dari refocusing sejumlah kegiatan yang dibatalkan, termasuk sejumlah proyek fisik.

Tak ingin realisasi bansos memicu gejolak, Wihaji-Suyono juga belakangan sering terjun langsung blusukan ke lapangan untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran. “Kami hanya ingin memastikan tidak ada warga Batang yang kelaparan selama pandemi ini, sekaligus mensupervisi langsung penyaluran JPS bersama teman-teman Forkompinda,” ucap Wihaji.

Menyadari bahwa ketersediaan anggaran pemerintah yang terbatas, Pemkab juga terus mengkampanyekan semangat gotong royong menanggulangi Covid-19. Gayung bersambut, sejumlah elemen pun terlibat aktif membantu pemerintah menangani corona, baik dunia usaha, parpol, Korpri, tokoh politik dan lainnya.

“Inilah wujud gotong royong dan semangat guyub rukun menanggulangi situasi sulit. Kami juga terus mengajak semua kalangan masyarakat untuk mengulurkan tangan, saling membantu, saling meringankan kesulitan. Terlebih ini di bulan ramadan, bukankah semangat peduli dan berbagi sangat dianjurkan,” pesan Wabup Suyono.

Dia juga terus mengajak masyarakat untuk membentengi fisik dan batin selama pandemi ini. Secara fisik, protokol pencegahan harus terus dikhtiarkan, dengan memakai masker, menjaga jarak, membiasakan cuci tangan, dan lainnya. “Sementara secara batin, ayo perbanyak dzikir, terus melangitkan doa-doa agar pandemi ini segera berakhir,” pungkasnya. (sef)

Related Articles