Pandemi Covid, Warga Miskin Tak Dapat Bantuan Pemerintah

by
TAK DAPAT – Pemerintah telah memberikan batuan bagi warga miskin dan terdampak virus corona, namun di Kendal masih ada warga miskin tak dapat bantuan satupun.

KENDAL – Berbagai bantuan sudah diglontorkan oleh pemeritah pusat dan daerah untuk masyarakat terdampak covid 19. Ironisnya di Kabupaten Kendal masih ada warga miskin yang tak tersentuh oleh berbagai bantuan tersebut, baik PKH, BPNT, BLT DD dan BLT Kemensos.

Adalah Martono, warga Dusun Nganglik, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, yang tak mendapatkan bantuan itu satupun. Kendati rumahnya sudah berkeramik, namun kondisinya yang lumpuh akibat sakit struk tak bisa lagi bekerja maksimal sebagai tukang pijat untuk mencari nafkah. Dengan kondisinya, kini duda tersebut harus menghidupi ketiga anaknya yang masih duduk dibangku sekolah.

“Punya tujuh anak dari dua istri. Yang masih sekolah tiga. Untuk cukupi kebutuhan hidup hanya bisa ndalkan sebagai juru pijat dan menyembuhkan orang sakit yang kerasukan makhluk halus dan lainnya. Upahnya sesuai seikhlasnya,” katanya, Minggu (17/5).

Diungkapkan, tujuh anak berasal dari dua istri. Dengan istri pertamanya dikarunia dua anak kemudian meninggal dunia. Sedeangkan istri kedua punya enam anak dan pada usia empat puluh tahun istrinya juga meninggal dunia. Sehingga mbah Tono hidup bersama tujuh anak yang empat sudah berumah tangga sedangkan yang tiga masih sekolah. “Paling kecil masih kelas enam sekolah dasar,” ungkapnya.

Ditengah maraknya berbagai bantuan dari pemerintah, namun bapak tujuh anak itu mengaku belum pernah dapat bantuan apapun. Tinggal di rumah berukuran delapan kali sepuluh meter ini dengan tembok rumah rapuh bahkan ada yang jebol dengan atapnya memprihatinkan jika hujan semua ruangan banjir karena bocor. Meski demikian semua itu tetap diterima dengan lapang dada dan tetap bersyukur.

“Saya tetap bersyukur. Dengan keterbatas ini tetap bisa menghidupi ketiga anak sekalipun makan dengan seadanya,” terangnya yang akrab disapa mbah Tono tersebut.

Dengan kondisinya tersebut, mbah Tono berharap ada dermawan maupun pemerintah untuk dapat membantu meringankan beban hidupnya. Dua tahun lalu ia bisa bekerja cari nafkah namun sekarang dengan kondisi kesehatan tubuhnya tidak memungkinkan maka berharap pemerintah bisa memperhatikan minimal untuk biaya sekolah anaknya.

“Untuk biaya anak sekolah masih serba kekurangan, leboh lagi untuk rehap rumah tak mungkin dilakukan. Sudah bisa makan setiap hari saja saya sudah bersyukur,” tandasnya. (lid)