Sehari Nikah Langsung Dikarantina, Pengantina Baru Ini Sedih Tak Bisa Malam Pertama dan Rayakan Idul Fitri Bersama

by
Suhendi dan istrinya Ani Nuryani. Foto: Cecep Herdi/Radar Tasikmalaya

Bahagia bercampur sedih dirasakan pasangan pengantin baru, Suhendi (44) dan Ani Nuryani (43).

Suhendi dan Ani bahagia karena telah melangsungkan pernikahan pada Senin (11/5/2020).

Namun pasangan suami istri (pasutri) ini tak bisa menyembunyikan kesedihan lantaran Ani harus dikarantina sejak Selasa (12/5) hingga 14 hari ke depan.

Pasutri ini pun dipastikan tak bisa merayakan hari raya Idul Fitri bersama-sama.

Selain itu, Suhendi tak bisa membesuk dan bersentuhan fisik dengan istrinya selama karantina.

Ani yang merupakan warga Pataruman Kota Banjar, Jawa Barat menjalani karantina di Gelora Banjar Patroman (GBP) lantaran baru pulang dari Taiwan.

Ia menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) selama 17 tahun di Taiwan. Ia baru pulang ke Kota Banjar pada 10 April 2020 karena habis kontrak kerja.

“Saya nikah hari hari Senin (11/5) dan harus menjalani karantina hari ini Selasa (12/5),” kata Ani di ruang karantin di stadion Sport Center (GBP) Kecamatan Langensari Kota Banjar.

“Saya sehat, tidak ada keluhan kesehatan apa-apa, tapi katanya tetap harus menjalani karantina selama 14 hari, karena sudah aturan Pembatasa Sosial Berskala Besar (PSBB),” tambahnya.

Nampak dari keduanya terasa berat untuk berpisah selama empat belas hari kedepan. Terlebih mereka merupakan pengantin baru.

“Sangat berat sekali mengetahui istri saya harus dikarantina di sini (GBP). Apalagi saya baru nikah kemarin hari Senin. Selama karantina kan tidak boleh ada kontak fisik, kemudian komunikasi juga hanya via telepon atau panggilan video,” aku Suhendi, usai mengantar istrinya yang harus menjalani karantina.

Perasaan berat juga ditambah lantaran istrinya tidak bisa menjalani hari raya idul fitri bersama di rumahnya.

“Iya sudah resiko dan saya menerima karena ini aturannya. Semoga semua berjalan lancar. Meskipun ini berat, saya tetap bersabar,” kata Suhendi.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan, Budi Hendrawan selaku tim monitor dilokasi karantina GBP mengatakan, hasil rapid tes terhadap Ani Nuryani menunjukkan non reaktif atau negatif.

“Semua yang dikarantina di sini berjumlah 13 orang dan hasil rapid tes negatif semua. Namun meski begitu, karantina harus dijalani selama empat belas hari,” kata Budi. (Cecep Herdi/Radar Tasikmalaya)

Loading…